1. Walmart Inc. (Amerika Serikat) — ± 2,1 Juta Karyawan
Walmart kokoh berdiri di puncak sebagai pemberi kerja swasta terbesar di dunia. Raksasa ritel global ini mengoperasikan ribuan jaringan hipermarket, supermarket, dan toko diskon. Walmart mengandalkan tenaga kerja dalam jumlah sangat besar untuk mengelola operasional toko fisik, jaringan logistik, distribusi, hingga layanan ritel digitalnya.
2. Amazon.com, Inc. (Amerika Serikat) — ± 1,58 Juta Karyawan
Amazon berada di posisi kedua dengan cakupan operasional e-commerce dan teknologi infrastruktur cloud (AWS) yang mendominasi pasar global. Ekspansi masif pusat pemenuhan pesanan (fulfillment center), armada pengiriman mandiri, serta operasional gudang di berbagai benua menjadikan Amazon sebagai korporasi berbasis teknologi dengan jumlah staf terbesar.
3. BYD Company Limited (China) — ± 869.620 Karyawan
Pabrikan kendaraan listrik dan baterai asal China, BYD, menempati posisi ketiga. Pesatnya pertumbuhan industri kendaraan energi baru (New Energy Vehicle) serta integrasi vertikal manufaktur baterai dan komponen kendaraan dari hulu ke hilir membuat BYD menyerap hampir 870 ribu tenaga kerja di pabrik-pabrik produksinya.
4. Accenture Plc (Irlandia/Global) — ± 779.000 Karyawan
Sebagai salah satu perusahaan konsultan manajemen, transformasi digital, dan penyedia layanan teknologi informasi terbesar di dunia, Accenture mengandalkan kapabilitas modal manusia (human capital). Dengan ratusan ribu konsultan dan pakar IT yang tersebar di seluruh dunia, Accenture menjadi perusahaan jasa profesional dengan karyawan terbanyak.
5. JD.com, Inc. (China) — ± 776.680 Karyawan
JD.com merupakan salah satu platform perdagangan elektronik (e-commerce) terbesar di China. Berbeda dari sebagian pesaingnya, JD.com membangun jaringan gudang dan logistik internal yang amat luas, sehingga membutuhkan ratusan ribu tenaga kurir, operator pergudangan, serta staf pendukung operasional.