Gorontalo (ANTARA) - Sebanyak 12 korban speedboat tenggelam di kawasan perairan Teluk Tomini ditemukan Tim Search and Rescue (SAR) gabungan dalam keadaan selamat, sementara satu orang yang merupakan nahkoda kapal masih dalam proses pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Gorontalo Heriyanto, di Gorontalo, Sabtu, mengatakan setelah melakukan pencarian tim SAR gabungan berhasil menemukan keberadaan dari para korban di sebuah rakit.
"Kami telah menerima informasi dari Kabupaten Tojo Una-Una bahwa 11 orang penumpang yang merupakan wisatawan Warga Negara Asing (WNA), dan satu orang anak buah kapal (ABK) ditemukan selamat, dan telah dievakuasi ke resor yang ada di Tojo Una-Una," kata Heriyanto.
Berdasarkan informasi yang diterima KPP Gorontalo, speedboat yang mengangkut wisatawan tersebut bertolak dari Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Jumat (24/7) pagi menuju Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
Namun dalam perjalanan mengarungi perairan Teluk Tomoni, kapal tersebut dihantam gelombang akibat cuaca buruk hingga patah menjadi dua bagian lalu tenggelam.
Peristiwa itu diperkirakan terjadi pada malam hari sekitar pukul 21.00 Wita, di mana saat kapal mulai tenggelam, para korban langsung menyelamatkan diri dengan menaiki rakit yang ada di sekitar lokasi kejadian.
Menurut dia, meskipun sebagian besar penumpang berhasil diselamatkan, satu orang korban yang merupakan nahkoda kapal bernama Ardiansyah dinyatakan masih hilang.
Ia mengatakan saat kejadian, kondisi jarak pandang sangat minim akibat terhalang kabut, sehingga keberadaan sang nahkoda yang diduga masih berada di atas kapal tidak terlihat oleh korban lainnya.
Ia menegaskan bahwa operasi SAR di bawah kendalinya selaku Search Mission Coodinator (SMC) akan terus berjalan maksimal.
"Sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, tim SAR gabungan masih akan terus melakukan pencarian secara intensif terhadap nahkoda kapal yang masih hilang selama tujuh hari ke depan," katanya.
Pewarta: Faradila Alim
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.