2.638 kasus ISPA di Kapuas dalam dua pekan
Jumat, 28 Agustus 2026 22:26 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, dr Agus Waluyo. ANTARA/All Ikhwan
Kuala Kapuas (ANTARA) - Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi kasus penyakit yang paling banyak ditangani di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, selama periode 7 Juni hingga 22 Agustus 2026 atau sekitar dua pekan.
“Tercatat sebanyak 2.638 kasus ISPA ditangani dalam kurun waktu tersebut. Jumlah itu menjadi yang tertinggi dibandingkan sejumlah penyakit lainnya yang tercatat di Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kapuas, dr. Agus Waluyo di Kuala Kapuas, Jumat.
Kasus terbanyak berikutnya adalah diare akut dengan jumlah mencapai 1.095 kasus. Sementara itu, Suspek Demam Tifoid tercatat sebanyak 62 kasus, Suspek Demam Berdarah Dengue (DBD) sebanyak 58 kasus, dan Pneumonia sebanyak 50 kasus.
Tingginya kasus ISPA menjadi perhatian karena penyakit tersebut dapat menyerang masyarakat dari berbagai kelompok usia. ISPA umumnya berkaitan dengan gangguan pada saluran pernapasan dan dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk kondisi lingkungan serta kualitas udara.
“Untuk penyebabnya peningkatan kasus ISPA ini, sementara sejalan dengan peningkatan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi,” katanya.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit, terutama ketika mengalami gejala seperti batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan, maupun gangguan pernapasan.
Selain ISPA, tingginya kasus diare akut juga perlu menjadi perhatian. Masyarakat diharapkan menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, termasuk mencuci tangan menggunakan sabun dan memastikan makanan serta minuman yang dikonsumsi tetap higienis.
Sementara itu, kasus suspek Demam Tifoid, suspek DBD, dan Pneumonia juga perlu mendapatkan penanganan serta pemantauan dari fasilitas pelayanan kesehatan.
Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan dengan gejala yang menetap atau semakin berat diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Langkah tersebut penting dilakukan untuk memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat sekaligus mencegah kondisi penyakit menjadi lebih serius.
Data kasus tersebut menjadi gambaran kondisi kesehatan masyarakat di Kabupaten Kapuas selama periode pengamatan dan dapat menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan upaya pencegahan serta pelayanan kesehatan di daerah.
“Untuk sementara ini, kasus ISPA dari minggu sebelumnya sudah cenderung penurun. Kami harapkan masyarakat tetap waspada terhadap berbagai penyakit, bila ada keluhan segera datang ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” demikian Agus Waluyo.
Baca juga: Karhutla di Dadahup Kapuas hanguskan rumah warga
Baca juga: Pemkab Kapuas tekankan investasi harus beri dampak bagi UMKM
Baca juga: Pemkab Kapuas percepat penetapan lokasi lahan pembangunan sekolah rakyat
Pewarta : All Ikhwan
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.