200 kecamatan terdampak karhutla, Banjar perkuat mitigasi tambah 150 personel - ANTARA News Kalimantan Selatan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan dukungan sarana dan peralatan pemadaman serta insentif atau upah harian bagi relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla di lapangan

Banjar, Kalsel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar, Kalimantan Selatan, menyiapkan tambahan sekitar 150 personel untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah dan memusatkan operasi pada titik rawan.

Bupati Banjar Saidi Mansyur d Martapura, Rabu, mengatakan penambahan kekuatan diperlukan karena karhutla telah berdampak pada hampir 100 desa dari 20 kecamatan, sehingga penanganan perlu dipetakan berdasarkan titik yang masih membutuhkan intervensi.

“Tadi menyamakan persepsi soal data, data yang memang sudah dilakukan dan yang belum. Kami juga mencatat sehingga nantinya beberapa titik ini menjadi fokus agar tidak tersebar,” ujarnya usai rapat koordinasi penanganan karhutla di posko karhutla depan RSJ Sambang Lihum, Kecamatan Gambut.

Pemkab Banjar bersama unsur TNI, Polri, dan relawan, menyiapkan lima hingga 10 tim tambahan dengan kekuatan sekitar 15 personel setiap tim, sehingga tambahan personel dapat mencapai sekitar 150 orang untuk mendukung operasi pemadaman di sejumlah titik rawan.

Selain personel, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan dukungan sarana dan peralatan pemadaman serta insentif atau upah harian bagi relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla di lapangan.

Pihaknya mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Oktober, sementara hujan diperkirakan mulai turun pada awal November dengan intensitas yang masih rendah.

“Kurang lebih 50 hari, kita, masyarakat Kabupaten Banjar akan menghadapi kemarau panjang. Mudah-mudahan ini dibijaki dengan baik oleh masyarakat dan dihadapi bersama dengan pemerintah daerah serta seluruh komponen,” kata Saidi.

Sementara itu Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengapresiasi kerja bersama dalam menangani karhutla di Kalimantan Selatan, namun mengingatkan seluruh pihak tetap memperkuat pasukan darat karena hasil evaluasi menunjukkan kekuatan personel di lapangan masih menjadi unsur utama pengendalian kebakaran, terutama ketika masyarakat masih merasakan dampak asap.

Pewarta: Gunawan Wibisono
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.