Kondisinya bahkan sempat memburuk. Selain mengalami kejang, Febiona disebut mengalami kesulitan berbicara hingga diduga mengalami gangguan ingatan.
Pada Senin (7/9/2026) pagi, Febiona kembali dibawa ke RSUP Adam Malik setelah sebelumnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Berastagi.
Ia datang bersama sang ibu, Elvinus Lusiana Sitanggang (49), sejumlah kerabat, serta pendamping dari Badan Gizi Nasional (BGN) Karo dan Medan.
Setibanya di RSUP Adam Malik, Febiona yang menggunakan kursi roda langsung dibawa ke ruang pemeriksaan.
Ia menjalani pemeriksaan oleh dokter spesialis gastroenterologi anak, neurologi anak, serta psikiatri.
Setelah menjalani pemeriksaan dan mendapatkan obat, Febiona bersama keluarganya kemudian kembali ke rumah mereka di Kabupaten Karo.
Elvinus mengatakan, salah satu kondisi yang paling mengkhawatirkan adalah perubahan pada lidah putrinya yang membuat Febiona kesulitan berbicara.
“Lidahnya agak masuk ke dalam, jadi sampai berbicara pun dia agak kesulitan,” kata Elvinus saat ditemui di depan RSUP Adam Malik, Senin (7/9/2026).
Ia juga menceritakan perubahan daya ingat yang dialami putrinya. Elvinus mulai menyadarinya ketika sejumlah kerabat dan teman sekolah datang menjenguk Febiona.
Orang-orang yang sebelumnya dikenal Febiona justru tidak lagi dikenali. Bahkan, ia harus diberi tahu kembali mengenai identitas anggota keluarganya sendiri.
“Contohnya, kalau bibinya datang, dia tanya, ‘Ini siapa?’ Kami kasih tahu, ini Bibi. Adik-adiknya juga begitu, dia tidak ingat. Teman-temannya datang pun tidak dikenali,” ujarnya.
Berawal dari Makan MBG
Masalah kesehatan Febiona bermula pada Kamis (13/8/2026). Saat itu, ia berangkat ke SMK Bersama Berastagi dalam kondisi sehat seperti biasa.
Di sekolah, Febiona menyantap makanan MBG dengan lauk ikan tongkol. Menurut cerita Elvinus, putrinya sempat merasakan kejanggalan pada makanan tersebut.
“Katanya rasanya pahit dan keras. Tapi dia pikir mungkin memang begitu rasanya. Karena sudah lapar, ya dimakan saja,” tutur Elvinus.
Tidak lama setelah menyantap makanan tersebut, Febiona mulai merasakan pusing. Meski begitu, ia tetap mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Febiona dikenal sebagai siswi berprestasi. Ia merupakan juara satu di kelasnya dan aktif dalam kegiatan organisasi sekolah sebagai wakil ketua OSIS.
Setelah tiba di rumah, kondisi Febiona justru semakin memburuk. Selain pusing hebat, tubuhnya mengalami gatal-gatal. Ia juga muntah setelah meminum susu Bear Brand dan kemudian mendadak lemas.
Melihat kondisi anaknya, Elvinus meminta bantuan sejumlah anggota TNI yang berada di sekitar rumah untuk membawa Febiona ke RSU Kabanjahe.
Saat tiba di rumah sakit, Febiona bahkan sempat tidak sadarkan diri.
“Saat itu kondisinya sudah tidak sadar. Setelah sekitar setengah jam dirawat di rumah sakit, baru dia sadar,” ungkap Elvinus.
Febiona kemudian menjalani perawatan selama tiga hari sebelum diperbolehkan pulang. Namun, kondisi tersebut tidak berhenti.
Ia kembali mengalami kejang hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Efarina Berastagi.
Dua hari kemudian, Febiona dirujuk ke Rumah Sakit Umum Haji dan menjalani perawatan selama sekitar satu pekan.
Setelah itu, Febiona menjalani rawat jalan dan beberapa kali melakukan kontrol di RSUP Adam Malik.
Jarak yang cukup jauh dari rumah menjadi salah satu pertimbangan keluarga dalam menjalani pemeriksaan lanjutan.
Pada Sabtu (5/9/2026), kondisi Febiona kembali menurun. Ia mengalami kejang-kejang hingga harus dibawa ke Rumah Sakit Amanda sebelum akhirnya kembali menjalani pemeriksaan di RSUP Adam Malik.
“Tadi pagi baru dibawa ke sini untuk kontrol kesehatan. Setelah ini pulang, besok ambil hasil dari dokter,” kata Elvinus.
Baca Juga: BGN Sesuaikan Operasional MBG di Wilayah Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau