Bogota -
Shakira menjadi sorotan usai tampil sebagai pengisi halftime show Final Piala Dunia FIFA 2026. Mari mengenal kebudayaan dari Kolombia, negeri asal Shakira.
Penampilan penyanyi asal Amerika Latin itu menjadi salah satu momen paling dinanti jutaan penonton di seluruh dunia. Di balik gemerlap panggung tersebut, Shakira berasal dari Barranquilla, Kolombia, sebuah negara di Amerika Selatan.
Negara itu dikenal dengan keragaman budaya, tradisi yang hangat, serta masyarakat yang sangat menjunjung nilai kebersamaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak heran, pengalaman berkunjung ke Kolombia tak hanya soal menikmati alamnya, tetapi juga merasakan langsung kebiasaan sehari-hari warganya. Berikut 5 kebudayaan Kolombia yang menarik untuk disimak:
1. Paseo de Olla, Piknik Keluarga di Pinggir Sungai
Kalau orang Indonesia akrab dengan tradisi makan bersama saat liburan, masyarakat Kolombia punya Paseo de Olla. Tradisi ini dilakukan dengan mengajak keluarga atau teman menuju sungai untuk memasak bersama menggunakan panci besar atau olla.
Biasanya mereka membawa bahan makanan dari rumah, lalu memasak hidangan khas seperti sup ayam (sancocho), berenang, bermain air, hingga menghabiskan waktu seharian bersama. Tradisi ini telah berlangsung turun-temurun dan menjadi simbol kuatnya ikatan keluarga di Kolombia.
2. Tinto, Secangkir Kopi yang Menghangatkan Pertemanan
Di Kolombia, meminum tinto bukan sekadar menikmati kopi hitam. Minuman yang disajikan dalam porsi kecil ini menjadi bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat.
Tinto hampir selalu ditawarkan kepada tamu yang datang ke rumah sebagai bentuk keramahan. Sambil menikmati secangkir kopi, obrolan santai pun mengalir sehingga tradisi ini menjadi cara sederhana untuk mempererat hubungan antarwarga.
3. Mengucapkan "Buenos Días" Sebelum Berbelanja
Wisatawan yang datang ke Kolombia sebaiknya tidak langsung bertanya saat memasuki toko. Ada kebiasaan yang dianggap sebagai bentuk sopan santun, yakni mengucapkan "Buenos días" atau selamat pagi terlebih dahulu kepada penjaga toko.
Sapaan sederhana tersebut mencerminkan budaya masyarakat Kolombia yang menghargai keramahan dan hubungan antarmanusia. Mengabaikannya bisa dianggap kurang sopan, terutama di kota-kota kecil dan kawasan tradisional.
4. Manana Mindset, Santai tapi Tetap Menikmati Hidup
Kolombia juga dikenal memiliki ritme hidup yang lebih santai dibanding banyak negara lain. Wisatawan kerap mengenalnya sebagai "mañana mindset" atau bagian dari Colombian time, yakni budaya yang tidak terlalu kaku terhadap waktu dalam kegiatan sosial.
Meski tetap profesional dalam urusan pekerjaan, acara santai bersama keluarga atau teman sering dimulai lebih lambat dari jadwal. Bagi warga lokal, menikmati kebersamaan jauh lebih penting daripada terburu-buru mengejar waktu.
5. Salsa Caleña yang Mendunia
Tak lengkap membahas Kolombia tanpa menyebut Salsa Caleña dari Kota Cali. Gaya menari ini terkenal dengan gerakan kaki yang sangat cepat, penuh energi, dan atraktif sehingga berbeda dari salsa di negara lain. Salsa Caleña bahkan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda tingkat nasional oleh Kementerian Kebudayaan Kolombia.
Kini, tarian tersebut menjadi identitas Kota Cali sekaligus daya tarik wisata yang mendunia. Dari tradisi memasak di tepi sungai hingga salsa yang mengguncang panggung dunia, Kolombia membuktikan pesonanya.
Sekali menjejakkan kaki di negeri ini, wisatawan bukan hanya membawa pulang foto liburan, tetapi juga pengalaman budaya yang sulit ditemukan di tempat lain.