Jakarta -
Mau bekas jerawat cepat hilang? Coba pilih kandungan skincare yang tepat untuk menghilangkan bekas jerawat.
Bekas jerawat sering menjadi masalah kulit yang lebih sulit diatasi dibandingkan jerawat itu sendiri. Meski jerawat sudah sembuh, bekas yang tertinggal dapat bertahan dalam waktu lama dan memengaruhi tekstur maupun warna kulit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, banyak orang mencari produk skincare yang diklaim mampu memudarkan bekas jerawat. Namun tidak semua bekas jerawat memiliki karakteristik yang sama.
Sebelum memilih kandungan skincare, penting sebelumnya mengetahui jenis bekas jerawat. Dengan begitu maka perawatan yang dipilih bisa lebih tepat sasaran dan memberikan hasil optimal.
Mengutip Healthline, mari bahas mengenai jenis bekas jerawat hingga kandungan skincare untuk menghilangkannya.
Penyebab Munculnya Bekas Jerawat
Bekas jerawat atau acne scars terbentuk ketika peradangan akibat jerawat menembus lapisan kulit yang lebih dalam hingga merusak jaringan di bawahnya. Saat proses penyembuhan berlangsung, tubuh akan memproduksi kolagen.
Jika produksi kolagen terlalu sedikit atau justru berlebihan akan menjadi penyebab munculnya bekas jerawat. Tak semua noda yang muncul setelah jerawat hilang tergolong bekas luka.
Bekas kemerahan, keunguan, atau kecokelatan setelah jerawat umumnya merupakan hiperpigmentasi pascaperadangan yang dapat memudar dengan sendirinya dalam beberapa bulan.
Jenis Bekas Jerawat

Foto: Getty Images/Arisara_Tongdonnoi
Secara umum, bekas jerawat dibagi menjadi dua kelompok utama, yakni bekas cekung (atrophic scars) dan bekas menonjol (raised scars). Bekas cekung merupakan jenis yang paling sering ditemukan di wajah. Kondisi ini muncul akibat produksi kolagen yang kurang saat kulit memperbaiki diri.
Jenisnya meliputi:
- Boxcar scars: bekas berbentuk huruf U dengan tepi tegas yang bisa dangkal maupun dalam.
- Ice pick scars: lubang kecil berbentuk huruf V yang menembus lebih dalam sehingga termasuk yang paling sulit ditangani.
- Rolling scars: cekungan lebar dengan tepi membulat sehingga permukaan kulit tampak bergelombang.
Sementara itu, bekas menonjol biasanya lebih sering muncul di dada atau punggung. Bekas ini terbentuk akibat produksi kolagen yang berlebihan selama proses penyembuhan luka.
Kandungan Skincare untuk Menghilangkan Bekas Jerawat

Foto: Getty Images/petrroudny
1. Alpha Hydroxy Acid (AHA)
Alpha hydroxy acid atau AHA merupakan kelompok asam yang bekerja mengangkat sel kulit mati di permukaan kulit. Proses eksfoliasi ini membantu menyamarkan perubahan warna kulit sekaligus memperbaiki tekstur yang kasar akibat bekas jerawat.
AHA dinilai cocok digunakan pada berbagai jenis bekas jerawat, terutama bila dipakai secara rutin sesuai petunjuk penggunaan.
2. Lactic Acid
Lactic acid merupakan salah satu turunan AHA yang dikenal lebih lembut di kulit. Penelitian kecil menunjukkan peeling dengan lactic acid yang dilakukan setiap dua minggu selama tiga bulan mampu memperbaiki tekstur kulit, mengurangi pigmentasi, dan bekas jerawat tampak lebih samar.
Meski tersedia dalam berbagai serum dan krim, pengguna yang memiliki kulit sensitif tetap disarankan melakukan uji coba pada area kecil terlebih dahulu. Pasalnya, penggunaan berlebihan dapat memicu iritasi hingga hiperpigmentasi pascaperadangan.
3. Retinoid
Retinoid, termasuk retinol, menjadi salah satu kandungan skincare yang paling populer untuk mengatasi bekas jerawat. Bahan ini bekerja dengan mempercepat regenerasi sel kulit sehingga tekstur kulit menjadi lebih halus dan bekas jerawat tampak berkurang.
Selain membantu memudarkan noda, retinoid juga dapat memperbaiki tampilan bekas cekung ringan. Namun bahan ini membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari sehingga penggunaan tabir surya setiap hari menjadi keharusan.
4. Salicylic Acid
Salicylic acid sudah lama digunakan sebagai bahan utama dalam produk anti jerawat. Selain membersihkan pori-pori dan mengurangi peradangan, kandungan ini juga membantu mengeksfoliasi kulit sehingga bekas jerawat perlahan tampak memudar.
Meski efektif untuk berbagai jenis bekas jerawat, hasil penggunaan salicylic acid biasanya baru terlihat setelah beberapa minggu. Pada sebagian orang, bahan ini juga dapat menyebabkan kulit kering atau iritasi sehingga frekuensi pemakaian perlu disesuaikan.
5. Sunscreen
Tabir surya mungkin bukan bahan yang secara langsung menghilangkan bekas jerawat, tapi perannya sangat penting dalam proses perawatan kulit. Paparan sinar matahari dapat membuat bekas jerawat menggelap sehingga semakin sulit memudar.
Untuk itu, penggunaan sunscreen setiap pagi menjadi langkah wajib, terutama bila menggunakan bahan aktif seperti retinoid, AHA, atau salicylic acid.
Jika bekas jerawat mulai mengganggu atau tidak kunjung membaik meski sudah menggunakan skincare, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis kulit. Penanganan yang sesuai dengan jenis bekas jerawat akan memberikan peluang hasil lebih optimal dibandingkan mencoba berbagai produk tanpa diagnosis yang tepat.
(eny/eny)