5 titik pijat untuk bantu redakan tekanan darah tinggi

Jakarta (ANTARA) - Tekanan darah tinggi sering tidak menimbulkan gejala, sehingga pengendaliannya perlu dilakukan secara rutin. Selain pengobatan dan perubahan gaya hidup, pijat atau akupresur terkadang digunakan sebagai terapi pendamping.

Namun, pijat tidak dapat menggantikan obat maupun penanganan medis untuk hipertensi. Bukti ilmiah mengenai efektivitas terapi komplementer untuk tekanan darah masih terus diteliti.

Beberapa titik berikut dikenal dalam praktik akupresur. Pijatan sebaiknya dilakukan dengan tekanan ringan dan tidak sampai menimbulkan rasa sakit.

Baca juga: Efektifnya akupresur untuk tingkatkan produksi ASI

Baca juga: Pakar sebut akupresur terbukti bantu tingkatkan produksi ASI

1. Titik di antara kedua alis

Area di tengah antara kedua alis kerap digunakan dalam praktik akupresur untuk membantu tubuh lebih rileks.

Cara melakukannya, gunakan ujung jari telunjuk atau ibu jari untuk menekan area tersebut secara perlahan selama sekitar 1-2 menit. Atur napas dengan tenang selama melakukan pijatan.

2. Titik di belakang telinga

Area di belakang telinga juga sering menjadi bagian dari teknik akupresur.

Pijat secara perlahan menggunakan ujung jari dengan gerakan melingkar. Hindari tekanan terlalu kuat, terutama jika area tersebut terasa sakit atau sensitif.

3. Titik pada bagian dalam pergelangan tangan

Bagian dalam pergelangan tangan dapat dipijat menggunakan ibu jari tangan lainnya.

Berikan tekanan lembut selama beberapa menit sambil mempertahankan posisi tubuh yang nyaman. Pijatan ini lebih tepat digunakan untuk membantu relaksasi, bukan sebagai pengobatan utama hipertensi.

4. Titik di antara ibu jari dan telunjuk

Area cekungan di antara ibu jari dan telunjuk juga dikenal dalam praktik akupresur.

Tekan perlahan menggunakan ibu jari tangan lainnya. Lakukan beberapa saat dan segera hentikan apabila terasa nyeri berlebihan.

Baca juga: Atasi gangguan tidur dengan akupresur pada pergelangan tangan

5. Titik pada telapak kaki

Telapak kaki menjadi salah satu area yang digunakan dalam sejumlah teknik pijat dan akupresur.

Pijatan dapat dilakukan menggunakan ibu jari dengan gerakan melingkar dan tekanan ringan. Klaim bahwa pijatan pada titik tertentu di kaki secara langsung dapat menurunkan tekanan darah tetap perlu dipandang hati-hati karena bukti klinisnya belum cukup kuat.

Apakah pijat benar-benar bisa menurunkan tekanan darah?

Sejumlah penelitian mengenai akupresur dan terapi komplementer menunjukkan adanya potensi manfaat terhadap kondisi tertentu. Namun, efektivitasnya dapat berbeda-beda dan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

WHO juga menekankan bahwa penggunaan pengobatan tradisional dan komplementer perlu didukung bukti ilmiah mengenai keamanan, kualitas, dan manfaatnya.

Karena itu, pijat sebaiknya diposisikan sebagai terapi pendamping, bukan pengganti pengobatan hipertensi yang telah direkomendasikan tenaga kesehatan.

Cara mengendalikan tekanan darah

Pengendalian tekanan darah tetap perlu dilakukan melalui pola hidup sehat dan pemeriksaan secara berkala.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Mengurangi konsumsi garam.
  2. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
  3. Berolahraga secara rutin.
  4. Menjaga berat badan tetap sehat.
  5. Tidak merokok.
  6. Mengelola stres.
  7. Memeriksa tekanan darah secara berkala.
  8. Mengonsumsi obat sesuai resep dokter jika telah diresepkan.


Bagi orang yang telah didiagnosis hipertensi, obat yang diberikan dokter tidak boleh dihentikan atau dosisnya diubah hanya karena melakukan pijat atau akupresur.

Jangan mengandalkan pijat saat tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gangguan kesehatan lainnya apabila tidak dikendalikan.

Oleh karena itu, pijat dapat dilakukan untuk membantu tubuh merasa lebih rileks, tetapi bukan sebagai cara utama untuk menurunkan tekanan darah.

Jika tekanan darah sangat tinggi atau disertai keluhan seperti nyeri dada, sesak napas, gangguan penglihatan, kelemahan pada anggota tubuh, atau sakit kepala berat yang muncul tiba-tiba, segera cari pertolongan medis.

Baca juga: Dokter FKUI: Mata lelah bisa diatasi dengan akupresur mandiri

Baca juga: 8 makanan sehat untuk pengidap darah tinggi

Baca juga: Benarkah begadang bisa menyebabkan darah tinggi? Ini penjelasannya

Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.