6 Dokter Internship Wafat Sepanjang Februari-Juli 2026, PIDI-PIDGI Dorong Evaluasi Besar dan Perlindungan Nakes

Senin, 27 Juli 2026 - 16:00 WIB

VIVA –Kematian dokter internship, dr. Siti Zahra Maghfira, S.Ked., mendapat perhatian dari kalangan tenaga kesehatan. Kepergiannya menambah daftar dokter internship yang meninggal dunia dalam beberapa bulan terakhir. Sepanjang Februari hingga Juli 2026, tercatat sudah enam dokter internship yang wafat.

Baca Juga

Berdasarkan keterangan di akun Instagram Asosiasi Program Internsip Dokter Indonesia dan Program Internsip Dokter Gigi Indonesia (Asosiasi PIDI-PIDGI) enam dokter internship lainnya yang meninggal sepanjang Februari hingga Juli 2026 adalah sebagai berikut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

1. dr. Kartika Ayu Permatasari pada 25 Februari 2026 lalu. Mendiang dr. Kartika diketahui menjalani internship di RS. Bina Bhakti Husada Rembang Jawa Tengah.

Baca Juga

2. dr. Edgar Bezaliel Hartanto pada 17 Maret 2026 lalu. Mendiang dr. Edgar diketahui menjalani internship di RS Bhayangkara Denpasar

3. dr. Andito Muhammad Wibisono pada 26 Maret 2026. Mendiang dr. Andito diketahui menjalani intership di RSUD Pagelaran Cianjur

Baca Juga

4. dr. Myta Aprilia Azmy pada 1 Mei 2026. Mendiang dr. Myta diketahui menjalani intership di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal

5. dr. Muhammad Zulfikar Drakel, M.Res pada 26 Maret 2026. Mendiang dr. Andito diketahui menjalani intership di RSUD Sukadana Lampung Timur

6. dr. Siti Zahra Maghfira pada 26 Juli 2026. Mendiang dr. Andito diketahui menjalani intership di RS Sentra Medika Depok. 

Menyusul dengan kematian enam dokter internship sepanjang Februari hingga Juli 2026,Asosiasi PIDI-PIDGI menilai rentetan kejadian tersebut tidak bisa lagi dipandang sebagai peristiwa yang berdiri sendiri.

"Ini bukan pertama kalinya kami mengucapkan bela sungkawa untuk sejawat yang berpulang. Kehilangan demi kehilangan terjadi dalam waktu yang berdekatan sementara keadaan ini tidak seharusnya terjadi," tulis keterangan asosiasi tersebut dikutip Senin 27 Juli 2026.

Oleh karena itu, Asosiasi PIDI-PIDGI mendorong adanya perubahan menyeluruh untuk meningkatkan perlindungan terhadap tenaga kesehatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami mendukung penuh perubahan menyeluruh agar tenaga kesehatan dan medis terlindungi dari dampak negatif yang ada baik secara langsung maupun tidak langsung," sambung caption dalam unggahan tersebut.

Selain itu, asosiasi juga mengajak masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait penyebab kematian dokter tersebut dan menghormati privasi keluarga almarhumah. 

Halaman Selanjutnya

"Kami menghimbau masyarakat untuk bijak dalam berkomentar, menjaga privasi keluarga dan tidak berspekulasi mengenai penyebab kepergian almarhumah," tulis unggahan itu.