6 investasi TPT ciptakan hampir 10 ribu lapangan kerja

6 investasi TPT ciptakan hampir 10 ribu lapangan kerja

Kamis, 6 Agustus 2026 12:52 WIB

Image Print

Sejumlah pekerja menyelesaikan pembuatan pakaian di salah satu pabrik garmen di Banjarnegara, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/nz)

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI) Rizal Tanzil Rakhman mengatakan investasi pada enam perusahaan industri tekstil dan pakaian jadi (TPT) sepanjang 2025 hingga Agustus 2026 berpotensi menciptakan sekitar 9.000–9.800 lowongan kerja baru.

“Investasi industri tekstil dan pakaian jadi tidak hanya menghadirkan fasilitas produksi. Investasi ini juga menciptakan pekerjaan, meningkatkan ekspor, menggerakkan logistik, dan menumbuhkan kegiatan ekonomi baru di sekitar kawasan industri,” ujar Rizal dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Di Kabupaten Brebes, PT Xinhai Knitting Indonesia diproyeksikan menyerap sekitar 6.000 tenaga kerja melalui pembangunan pabrik tekstil modern yang ditujukan untuk memenuhi pasar ekspor.

Sementara itu, pembangunan kawasan manufaktur tekstil terintegrasi di Subang Smartpolitan oleh PT Binkova Textiles Indonesia, PT Dafei Textile Indonesia, dan PT Serendipity Fashion Indonesia diperkirakan menyerap sekitar 3.000 hingga 3.800 tenaga kerja.

Kemudian, PT FHG Tekstil Indonesia di Kabupaten Demak telah merekrut sekitar 600 tenaga kerja lokal sejak mulai beroperasi. Adapun PT Citra Terus Makmur di Kabupaten Sumedang, menurut Rizal, telah menyelesaikan perluasan fasilitas produksinya, meski perusahaan belum memublikasikan jumlah tambahan tenaga kerja yang diserap.

Di luar proyek investasi tersebut, pengoperasian kembali fasilitas PT Wong Hang Bersaudara dan PT Akarsa Garment di Kabupaten Pemalang juga berhasil memulihkan sekitar 1.500 kesempatan kerja yang sebelumnya terdampak penghentian operasional.

Rizal menuturkan keberhasilan menarik investasi tidak terlepas dari dukungan berbagai kementerian dan pemerintah daerah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha perlu terus diperkuat. Dengan pasokan bahan baku dan energi yang kompetitif, tenaga kerja terampil, kemudahan investasi, akses ekspor, serta pengawasan terhadap impor ilegal dan praktik perdagangan tidak sehat, industri TPT memiliki peluang besar untuk terus tumbuh dan menjadi motor penciptaan lapangan kerja nasional,” kata Rizal.

Pewarta : Imamatul Silfia
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026