6 Kesalahan Masak Pasta, Jangan Lagi Tambahkan Minyak ke Air Rebusan

Jakarta -

Membuat pasta di rumah sepintas terlihat mudah, tinggal rebus dan campur dengan saus. Namun tahukah kamu, rahasia sepiring pasta ala restoran Italia justru dimulai dari air untuk merebusnya!

Banyak yang mengira menambahkan minyak ke dalam air rebusan adalah trik jitu agar pasta tidak lengket. Padahal, para pakar dan chef profesional justru tidak menyarankan langkah tersebut. Cukup gunakan garam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kalau tekstur pasta buatanmu sering kali lengket, lembek, berair, atau rasanya hambar, bisa jadi ada teknik dasar yang terlewat. Dilansir dari berbagai sumber, berikut penjelasan mengapa kamu wajib pakai garam dan 6 kesalahan umum saat memasak pasta yang harus dihindari:

Kenapa Harus Menambahkan Garam ke Air Rebusan?

Garam bukan sekadar mitos untuk membuat air lebih cepat mendidih. Pasta pada dasarnya terbuat dari gandum dan air. Saat direbus, pasta akan menyerap cairan tersebut. Menambahkan garam ke air rebusan berfungsi untuk membumbui pasta dari dalam.

Kalau direbus hanya menggunakan air, rasa pasta bakal hambar, seenak apa pun saus yang kamu pakai. Patokan ala chef profesional: gunakan sekitar 10 gram garam (sekitar 1 sendok makan) untuk setiap 1 liter air rebusan.

6 kesalahan masak pasta

1. Memasukkan Pasta Sebelum Air Mendidih

Kesalahan yang sering dilakukan saat masak pasta.Pasta dimasukkan sebelum air mendidih merupakan sebuah kesalahan yang sering diabaikan. Foto: Getty Images/iStockphoto

Jangan buru-buru! Pasta harus dimasukkan ke dalam air yang sudah mendidih bergejolak. Memasukkan pasta saat air belum panas sempurna bikin teksturnya matang tidak merata dan gampang lengket. Jangan lupa aduk di 1-2 menit pertama agar helaiannya tidak saling menempel.

2. Pelit Kasih Garam

Seperti yang dibahas sebelumnya, lupa atau terlalu sedikit menaburkan garam adalah pantangan besar. Ingat, pasta menyerap air selama direbus. Garam inilah yang akan mengangkat cita rasa asli pasta sebelum nantinya dibalut dengan saus andalanmu.

3. Menuangkan Minyak ke Air Rebusan

Ini dia kebiasaan yang paling sering dilakukan banyak orang, menuang minyak biar pasta nggak lengket. Padahal secara ilmu pangan (food science), minyak hanya akan mengapung di permukaan air dan tidak melapisi pasta sama sekali saat direbus.

Solusinya? Cukup gunakan air rebusan dalam jumlah banyak dan rajin aduk pasta di awal proses merebus.

4. Dimasak Sampai Terlalu Lembek (Overcooked)

PastaMemasak pasta sampai terlalu lembek juga perlu dihindari. Foto: Times of India

Tingkat kematangan pasta yang sempurna adalah al dente, di mana teksturnya matang namun masih sedikit kenyal dan memberikan perlawanan saat digigit. Terlalu lama direbus bikin pasta gampang hancur dan benyek.

Trik dari chef: angkat pasta sedikit sebelum mencapai tekstur al dente, lalu selesaikan proses memasaknya di dalam wajan bersama saus.

5. Membuang Air Rebusan Pasta

PastaAir rebusan pasta tidak perlu langsung dibuang. Air ini bisa jadi bahan berharga untuk saus. Foto: Times of India

Setelah matang, sisa air rebusan yang keruh biasanya langsung dibuang. Padahal, air ini ibarat 'emas cair'! Air rebusan mengandung pati dari pasta dan bisa jadi bahan berharga untuk saus.

Simpan sekitar 1-2 cangkir air rebusan, lalu tuang sedikit demi sedikit saat mencampur pasta dengan saus di wajan. Cairan pati ini akan membuat saus menyatu sempurna dan memberikan konsistensi yang pas pada hidangan.

6. Membilas Pasta dengan Air Dingin

Pernah membilas pasta yang sudah matang di bawah air mengalir? Mulai sekarang, stop kebiasaan ini. Membilas pasta justru akan melunturkan sisa pati di permukaannya. Padahal, pati berfungsi 'mengikat' saus agar menempel erat di helaian pasta.

Selain itu, membilas bikin pasta jadi dingin, padahal hidangan ini paling nikmat disantap hangat.

Halaman 2 dari 2

Simak Video "Hal-hal yang Perlu Diperhatikan saat Memanaskan Ulang Makanan"
[Gambas:Video 20detik] (Beta Lukitasari Wijaya/adr)