7 Tips Beli HP Android Bekas, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

Membeli HP Android bekas memang bisa jadi cara paling masuk akal untuk mendapatkan perangkat dengan spesifikasi tinggi tanpa harus mengeluarkan uang sebanyak membeli unit baru. Terutama dengan kondisi harga HP baru yang semakin tidak masuk akal karena booming AI belakangan ini.

Namun, harga murah HP bekas juga datang dengan risikonya tersendiri. Tidak jarang HP bekas yang baru saja kita beli ternyata zonk alias sudah punya kerusakan yang tidak terlihat. Supaya tidak menyesal setelah transaksi, ada beberapa hal yang sebaiknya dicek sebelum HP benar-benar dibawa pulang.

Tips Beli HP Android Bekas Agar Tidak Zonk!

Tips Beli Android
Tips Beli Android

Berikut ada beberapa tips yang bisa kalian ikuti:

1. Cek Layar

Cek Kondisi Layar
Cek Kondisi Layar

Layar menjadi salah satu komponen paling mahal untuk diganti, terutama pada HP flagship dengan panel AMOLED. Coba tampilkan warna putih, hitam, merah, hijau, dan biru untuk melihat apakah ada burn-in, dead pixel, green line, atau warna yang tidak merata. Jangan lupa tes seluruh bagian touchscreen untuk memastikan tidak ada area yang sulit disentuh.

2. Cek Battery Health

Kondisi Kesehatan Baterai
Kondisi Kesehatan Baterai

Jangan berharap baterai HP bekas masih sama seperti ketika pertama kali dibeli. Perhatikan apakah kapasitasnya cepat turun, HP mudah panas, atau persentase baterai tiba-tiba berkurang drastis. Kalau tersedia, cek informasi kesehatan baterai dari sistem. Kondisi baterai juga bisa menjadi alasan untuk menawar harga lebih rendah.

3. Tes Kamera

Cek Kamera
Cek Kamera

Jangan hanya membuka aplikasi kamera lalu mengambil satu foto. Coba semua kamera yang tersedia, termasuk ultrawide, telephoto, kamera depan, flash, autofocus, dan perekaman video. Periksa juga apakah ada noda atau bagian buram yang bisa menjadi tanda kamera pernah mengalami masalah atau terkena air.

4. Pastikan IMEI Aman

Nomor Imei
Nomor IMEI

IMEI wajib diperiksa sebelum transaksi. Tekan *#06#, kemudian cocokkan nomor IMEI dengan yang tercantum di pengaturan dan kemasan jika masih tersedia. Untuk HP yang digunakan di Indonesia, pastikan perangkat tidak memiliki masalah registrasi IMEI yang nantinya membuat jaringan seluler tidak bisa digunakan.

5. Cek Kondisi Speaker dan Microfon

Tes Speaker
Tes Speaker

Putar musik dengan volume tinggi untuk mengetahui apakah speaker masih terdengar normal atau mulai pecah. Setelah itu, gunakan perekam suara untuk mengecek mikrofon. Kalau memungkinkan, lakukan panggilan telepon untuk mengetes earpiece sekaligus mikrofon. Masalah audio kadang tidak terlihat hanya dari penggunaan biasa.

6. Test Port Charging

Tes Charging Port
Tes Charging Port

Colokkan charger dan pastikan USB port tidak longgar atau harus diposisikan pada sudut tertentu agar bisa mengisi daya. Coba juga transfer data jika memungkinkan. Setelah itu, tes Wi-Fi, Bluetooth, GPS, NFC jika tersedia, jaringan seluler, dan fingerprint. Jangan sampai baru sadar ada masalah setelah transaksi selesai.

7. Tanyakan Status Reparasi

Apakah Sudah Pernah Dibongkar
Apakah Sudah Pernah Dibongkar

HP yang terlihat mulus belum tentu belum pernah dibongkar. Tanyakan kepada penjual apakah perangkat pernah mengganti layar, baterai, kamera, motherboard, atau komponen lainnya. Kalau pernah diperbaiki, tanyakan juga apakah menggunakan spare part original atau aftermarket. Riwayat servis bisa sangat menentukan harga sebuah HP bekas.


Dapatkan informasi keren di Gamebrott terkait Tech atau artikel sejenis yang tidak kalah seru dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]