80 Startup Garuda Spark Tarik Investasi Rp 429,5 M dalam 10 Bulan

Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyebutkan startup yang berada dalam ekosistem Garuda Spark telah menarik investasi langsung lebih dari Rp 429,5 miliar. Investasi tersebut didapatkan selama sekitar 10 bulan, ketika pertama kali Garuda Spark dihadirkan pemerintah.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Edwin Hidayat Abdullah mengatakan nilai investasi tersebut mencapai sekitar empat kali lipat dari indikator kinerja utama (KPI) yang ditetapkan Komdigi kepada Direktorat Jenderal Ekosistem Digital.

"Startup di dalam ekosistem ini juga telah menarik investasi langsung senilai lebih dari Rp429,5 miliar atau empat kali lebih banyak dari KPI-nya yang ditentukan oleh Komdigi kepada kami," kata Edwin dalam sambutannya di peresmian Garuda Spark Innovation Hub di BSD City, Rabu (26/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyebutkan startup yang berada dalam ekosistem Garuda Spark telah menarik investasi langsung lebih dari Rp429,5 miliar selama 10 bulan terakhirDi sela-sela peresmian Garuda Spark Innovation Hub diisi dengan diskusi interaktif terkait ekosistem digital nasional. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET

Edwin menjelaskan angka investasi ini menjadi salah satu indikator adanya kepercayaan terhadap kualitas inovasi dan ekosistem digital yang dibangun melalui Garuda Spark.

"Investasi bukan satu-satunya keberhasilan, namun angka tersebut menunjukkan adanya kepercayaan terhadap kualitas inovasi dan ekosistem yang kita bangun bersama," ungkapnya.

Selain investasi, Garuda Spark telah menjalankan 178 program bersama para mitra. Program-program tersebut menjangkau lebih dari 15.700 talenta digital, melibatkan 80 mitra, serta membina 80 startup.

Edwin menekankan keberhasilan program pengembangan ekosistem digital tidak semestinya hanya diukur dari jumlah kegiatan yang digelar atau sertifikat yang dibagikan.

Program, kata dia, harus mampu menghasilkan dampak ekonomi, membuka lapangan kerja, serta mendorong inovasi yang dapat menyelesaikan persoalan nyata.

"Program tidak terhenti ketika kegiatan selesai atau sertifikat dibagikan, adanya ekonomi yang tumbuh, lapangan kerja yang dibuka, dan masalah nyata yang mulai diselesaikan," ungkap Edwin.

Garuda Spark sendiri dibentuk untuk membuka akses yang lebih merata terhadap pengetahuan teknologi, talenta, jaringan, modal, dan pasar. Komdigi ingin inovasi tidak hanya menjadi peluang bagi segelintir orang atau kota-kota besar.

Edwin mengatakan capaian investasi tersebut juga berkaitan dengan upaya membangun kembali kepercayaan terhadap ekosistem digital Indonesia. Menurutnya, kepercayaan tidak bisa dibangun hanya melalui slogan maupun seremoni, tetapi membutuhkan tata kelola yang baik, transparansi, akuntabilitas, dan bukti bahwa inovasi memberikan manfaat.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyebutkan startup yang berada dalam ekosistem Garuda Spark telah menarik investasi langsung lebih dari Rp429,5 miliar selama 10 bulan terakhirGaruda Spark telah menjalankan 178 program bersama para mitra. Program-program tersebut menjangkau lebih dari 15.700 talenta digital, melibatkan 80 mitra, serta membina 80 startup. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET

"Trust dalam diri ekosistem adalah the real bandwidth," kata Edwin.

Adapun saat ini, Garuda Spark telah hadir di 10 kota dan 60 spoke, yakni di Jakarta, Batam, Medan, Bandung, Malang, Makassar, Papua, Yogyakarta, Aceh, dan Surabaya. Sementara itu, spoke menjadi titik ekosistem daerah yang terhubung dengan hub, sehingga talenta, startup, dan inovasi lokal dapat masuk ke jejaring nasional.

Ke depan, Komdigi menargetkan Garuda Spark terus diperluas menjadi 20 hub dan 500 spoke dalam dua tahun untuk memperkuat fondasi ekosistem startup dan talenta digital di berbagai daerah Indonesia.

(agt/agt)

TAGS

LIHAT LAINNYA