Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong industri furnitur Indonesia memperluas pasar ekspor guna mengurangi ketergantungan pada pasar tertentu di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menurutnya, perluasan pasar bisa dilakukan dengan membangun hubungan langsung dengan pembeli internasional serta memperkuat jejaring perdagangan.
“Penyelenggaraan IFFINA+ hari ini menjadi penting sebagai salah satu bentuk sarana memitigasi risiko dengan jalan memperluas pasar, membangun hubungan langsung dengan pembeli internasional, serta mengurangi ketergantungan ekspor pada pasar-pasar tertentu,” kata Airlangga dalam acara International Furniture and Craft Fair Indonesia (IFFINA)+ 2026, dikutip di Jakarta, Jumat.
Airlangga menilai langkah itu penting mengingat sekitar 60 persen ekspor furnitur Indonesia saat ini diserap oleh pasar Amerika Serikat (AS).
Di sisi lain, Indonesia masih memiliki peluang meningkatkan pangsa pasar furnitur lewat penguatan kualitas, desain, keberlanjutan produk, promosi dagang, serta perluasan jejaring dengan pembeli internasional.
Sebagaimana diketahui, neraca perdagangan industri furnitur Indonesia telah mencatat surplus sejak 2021.
Pada 2025, nilai ekspor furnitur mencapai 2,39 miliar dolar AS, sedangkan impor sebesar 1,92 miliar dolar AS, sehingga menghasilkan surplus 473,31 juta dolar AS.
Indonesia juga menempati peringkat ke-25 sebagai eksportir furnitur dunia pada 2025 dengan pangsa pasar sebesar 0,77 persen.
Baca juga: HIMKI perkuat adopsi teknologi pacu daya saing industri furnitur
Baca juga: HIMKI catat transaksi furnitur di IFEX 2026 capai 300 juta dolar AS
Menko memandang pengembangan desain furnitur perlu terus dilakukan mengikuti perubahan selera pasar global.
Permintaan pasar saat ini cenderung bergeser ke produk yang fungsional, mudah disesuaikan, dan menggunakan material ramah lingkungan.
Menurut dia, Indonesia memiliki basis bahan baku berupa kayu dan rotan yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan produk sesuai kebutuhan pasar tersebut.
Produksi kayu bulat Indonesia pada 2024 mencapai 57,46 juta meter kubik. Sementara itu, Indonesia juga menghasilkan lebih dari 80 persen rotan dunia.
Airlangga menerangkan penguatan daya saing industri furnitur juga perlu memperhatikan karakteristik struktur industri nasional yang masih didominasi industri kecil dan menengah (IKM).
Struktur industri nasional saat ini masih didominasi oleh industri kecil dan menengah (IKM).
Hampir 99,79 persen dari total 4,45 juta unit usaha industri dan serapannya 65,52 persen dari tenaga kerja industri
"Dengan skala ini, industri tentu masih menghadapi tantangan keterbatasan teknologi, serta terkait produktivitas yang masih dapat ditingkatkan. Dari sisi pasar, pelaku industri juga perlu menyesuaikan diri dengan standar dan regulasi serta selera di negara tujuan,” ujar Airlangga.
Untuk mendukung daya saing industri furnitur, pemerintah menyediakan sejumlah dukungan, antara lain insentif Pajak Penghasilan Pasal 21 ditanggung pemerintah (PPh DTP) bagi pekerja yang memenuhi ketentuan serta akses pembiayaan melalui Kredit Industri Padat Karya.
Pemerintah juga memberikan dukungan melalui program restrukturisasi mesin dan peralatan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, serta fasilitasi promosi ekspor untuk memperluas pasar.
Selain itu, pemerintah mendorong peningkatan nilai tambah di dalam negeri melalui pengendalian ekspor kayu bulat, penguatan standar produk dan Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK), serta penerapan prinsip industri hijau.
Adapun Airlangga berharap penyelenggaraan IFFINA+ 2026 dapat mendorong transaksi dagang, kemitraan, kolaborasi, dan perluasan akses pasar internasional bagi produk furnitur dan kerajinan Indonesia.
“Kepada para pelaku usaha nasional, gunakanlah kesempatan ini untuk membangun jejaring, memahami perkembangan pasar, dan memperkuat daya saing industri masing-masing,” tutupnya.
Baca juga: Kemenperin targetkan RI jadi hub produksi industri furnitur dunia
Baca juga: Purbaya siapkan Rp2 triliun untuk pembiayaan ekspor industri furnitur
Baca juga: Kemenekraf sebut industri furnitur tunjukkan pertumbuhan konsisten
Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.