Medan (ANTARA) - Akademisi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Sylvia Vianty Ranita menyebut transisi energi bersih dalam dunia usaha di Indonesia perlu dilakukan kajian mendalam guna mengoptimalkan kebijakan tersebut.
"Kalau saya lihat kesiapan Indonesia dalam mengembangkan dan mengikuti inovasi energi bersih khususnya dari sisi dunia usaha itu masih terabaikan," ujarnya di Medan, Rabu.
Menurut dia, rendahnya tersebut disebabkan kurangnya kepedulian tentang penggunaan plastik serta kerap berbisnis secara praktis.
“Tantangan terbaru kita itu masih belum peduli tentang penggunaan plastik. Ketika berbisnis itu orang berpikir praktis. contohnya kita gunakan plastik,” kata dia.
Sylvia mengatakan pengurangan plastik dalam dunia usaha merupakan solusi konkret untuk mengatasi permasalahannya.
"Dengan penggunaan misalnya tempat-tempat makan yang ramah lingkungan. Kembali lagi ke zaman dulu pakai daun atau kertas-kertas," sebut dia.
Sylvia mengatakan pertumbuhan ekonomi dan perkembangan usaha dinilai perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan.
“Satu hal yang cukup sulit atau kompleks menghadapi situasi ketika satu sisi usaha harus ditingkatkan, pendapatan masyarakat harus bertambah, perekonomian harus membaik, tapi satu sisi lingkungan tadi bisa terabaikan,” jelas dia.
Kementerian Lingkungan Hidup mendorong dunia usaha untuk membangun budaya inovasi berkelanjutan yang berdampak pada lingkungan dan sosial sebagai fokus baru yang mendukung transisi energi bersih.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat mengatakan dunia saat ini tengah menghadapi krisis yang memerlukan inovasi tidak hanya untuk persaingan bisnis, tapi juga meningkatkan ketangguhan sosial dan lingkungan di tengah berbagai tantangan global.
“Melalui berbagai inovasi yang dihadirkan dunia usaha, dapat mendorong kontribusi nyata terhadap pemulihan lingkungan, pengelolaan sampah, rehabilitasi daerah aliran sungai, penanaman pohon, transisi energi bersih, serta pengembangan ekonomi hijau yang menjadi bagian penting dari agenda pembangunan berkelanjutan nasional.
Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.