Aktris Hanna Aretha wakili "Teman Tuli" debut film Empat Musim Pertiwi

Jakarta (ANTARA) - Aktris Hanna Aretha menandai debut akting layar lebarnya dalam film "Empat Musim Pertiwi" (Four Seasons in Java) karya sutradara Kamila Andini, membuktikan kapasitas kelompok disabilitas, "Teman Tuli", di kancah perfilman nasional.

Tokoh Raras digambarkan sebagai seorang anak perempuan tuli-bisu yang sedang mencari ruang untuk dipahami, di mana kisahnya menjadi cerminan dari masa lalu karakter utama, Pertiwi (diperankan oleh Putri Marino).

"Bisa muncul di film layar lebar, debut menjadi representatif juga untuk teman-teman tuli," ujar Hanna Aretha melalui penerjemah bahasa isyarat saat acara peluncuran poster dan cuplikan (trailer) film tersebut di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Film karya Kamila Andini akan ditayangkan di TIFF 2026

Hanna, yang sebelumnya aktif sebagai aktor panggung pertunjukan, mengaku sempat tidak percaya ketika dipilih oleh sutradara Kamila Andini untuk memerankan karakter remaja disabilitas di lereng Gunung Bromo itu.

Untuk berkomunikasi, Hanna menyebut penggunaan bahasa isyarat Indonesia bisa membantu dengan ekspresi wajah dan bahasa tubuh yang kuat.

Hanna ingin menunjukkan bahwa setiap manusia, termasuk Teman Tuli, esensinya memiliki kapasitas emosi, pengalaman, dan kemampuan untuk sama-sama dapat dipahami seperti orang lain.

Baca juga: Christine Hakim jadi mantan pelacur dalam film "Empat Musim Pertiwi"

Melalui kesempatan itu, ia merasa bangga bisa mewakili suara kelompok Teman Tuli kepada audiens yang lebih luas. Untungnya, keterlibatan ini menghadirkan ikatan emosional dan kehangatan dari tim produksi yang membuat Hanna Aretha merasa menemukan keluarga baru layaknya rumah.

Di dalam alur cerita, tokoh Raras didampingi oleh sang ibu yang diperankan oleh aktris Maryam Supraba.

Karakter ibunya digambarkan sebagai sosok perempuan tangguh yang memegang teguh tradisi lokal dan mendedikasikan seluruh hidupnya demi melindungi keluarga.

Baca juga: Juru bahasa isyarat ungkap alasan pakai baju warna gelap saat bertugas

Maryam mengungkapkan bahwa proses syuting di set Bromo menjadi ruang bertumbuh yang emosional, di mana seluruh energi para pemain menyatu secara alami layaknya sebuah keluarga, tempat pulang yang sesungguhnya.

Film "Empat Musim Pertiwi" yang diproduseri oleh Ifa Isfansyah itu dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026.

Sebelum menyapa penonton nasional, film produksi Forka Films yang turut dibintangi oleh Putri Marino, Arya Saloka, dan Christine Hakim itu akan melangsungkan pemutaran perdana dunia di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026, serta melanjutkan perjalanannya ke Busan International Film Festival (BIFF) dan Tokyo.

Baca juga: Fatma Gus Ipul sebut pentingnya masyarakat pelajari bahasa isyarat

Baca juga: Teman tuli tekankan kesetaraan di hari pendengaran sedunia

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.