Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami masalah kesehatan mental. Pada Maret 2026, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memberikan informasi terkait masalah kesehatan mental pada anak-anak. Dari sekitar 7 juta anak yang telah menjalani skrining, Kemenkes mendeteksi gejala kecemasan dan depresi dalam jumlah signifikan.
Untuk Bunda ketahui, skrining tersebut merupakan bagian dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode 2025–2026. Dari skrining tersebut menemukan indikasi masalah kesehatan jiwa pada hampir 10 persen anak di Indonesia.
Banyak anak RI alami gangguan kesehatan mental
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, sebanyak 4,4 persen atau sekitar 338 ribu anak menunjukkan gejala cemas (anxiety disorder). Sementara itu, 4,8 persen atau sekitar 363 ribu anak menunjukkan gejala depresi (depression disorder).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Budi, persoalan kesehatan mental pada anak perlu mendapat perhatian serius karena dapat berujung pada kematian akibat bunuh diri, Bunda. Data Global School-Based Student Health Survey menunjukkan tren peningkatan anak yang mencoba bunuh diri, dari 3,9 persen pada 2015 menjadi 10,7 persen pada 2023.
Menkes menjelaskan, masalah kesehatan jiwa pada anak tidak hanya dipengaruhi faktor individu, tetapi juga lingkungan keluarga, pertemanan, serta pendidikan. Budi mengatakan bahwa yang perlu diperbaiki bukan hanya anaknya, tetapi juga pola asuh keluarga serta lingkungan belajar, Bunda.
"Kita perlu mensosialisasikan life skill dan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP). Semua orang pasti menghadapi tekanan, namun yang terpenting adalah bagaimana meresponsnya dengan baik,” tuturnya dikutip dari laman resmi Kemenkes RI.
Di samping itu, pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas dan menyiagakan layanan krisis kesehatan jiwa melalui Healing119.id guna mendukung intervensi cepat. Sementara, di sektor pendidikan, guru Bimbingan Konseling (BK) dan guru kelas didorong Kemenkes untuk mendampingi siswa yang terdeteksi memiliki gejala.
Pasien anak mulai usia 8 tahun hingga remaja awal
Menurut psikolog anak, Sari Sani, jumlah pasien anak yang melakukan konseling terbilang banyak. Hal ini menyebabkan ketimpangan yang jauh antara jumlah petugas dan orang-orang yang akan melakukan konsultasi kesehatan mental.
"Dalam satu shift, psikolognya mungkin paling cuma 5 orang. Satu shift itu 3 jam, nah yang mengakses satu shift itu bisa 500 sampai 600 orang," ungkap Sari dikutip dari detikcom.
Selain itu, pasien anak-anak yang melakukan konseling juga tercatat sangat muda, Bunda. Sari menggarisbawahi bahwa profil pengakses Healing 119 kini mulai bergeser ke kelompok usia yang sangat muda.
"Yang mengakses Healing 119 itu mulai dari umur 8-10 tahun. Jadi ada yang memang konsul beneran, terutama kesepian. Dan peak-nya seingat saya umur 12-14 tahun, jadi remaja awal," terang Sari.
Mengatasi lonjakan ini, pihaknya kemudian memutuskan untuk membaginya menjadi sistem triase. Dibagi dalam panggilan yang tidak menunjukkan kondisi krisis psikologis darurat, seperti konflik biasa dengan orang tua, akan langsung dialihkan.
Hal tersebut dianggap perlu dilakukan agar petugas dapat fokus mendampingi pasien yang membutuhkan penanganan dengan segera
Healing119.id, Layanan untuk Kesehatan Mental
Untuk kita ketahui bersama, Healing119.id adalah layanan hotline berbasis digital yang disediakan secara gratis, bertujuan untuk memberikan dukungan psikologis awal kepada masyarakat yang mengalami tekanan psikologis, keputusasaan, pikiran bunuh diri, atau berada dalam situasi krisis psikologis.
Lewat healing119.id, masyarakat dapat terhubung dengan para konselor profesional secara anonim, tanpa harus bertatap muka. Layanan ini juga membuka ruang untuk tindak lanjut dan rujukan ke layanan profesional jika dibutuhkan, Bunda.
Untuk mengaksesnya, cukup dengan menggunakan ponsel atau komputer yang terkoneksi internet. Berikut caranya:
- Panggilan suara. Hubungi 119 ekstensi 8 dari ponsel lalu ikuti panduan untuk berbicara dengan konselor atau mengakses layanan suara dengan melalui laman www.healing119.id dengan memilih opsi call healing119.id.
- Chat WhatsApp. Kita bisa kunjungi www.healing119.id dan klik tombol WhatsApp di halaman utama.
Demikian pembahasan mengenai alarm kesehatan mental anak Indonesia yang tercatat oleh Kementerian Kesehatan. Selain mengalami lonjakan, ternyata usia anak yang konseling pun tercatat semakin muda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)