Karawang (ANTARA) - PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menjelaskan alasan masih mengandalkan tenaga manusia dibandingkan robot dalam tiap proses produksi mobil.
"Kami melakukan otomatisasi secara bertahap sesuai dengan kebutuhan proses produksi," kata Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya di Karawang, Selasa.
Menanggapi pertanyaan mengenai merek lain yang mulai gencar menggunakan robot di tiap proses produksi, Nyoman menyampaikan bahwa pihaknya terus memastikan bahwa kemampuan dan kompetensi karyawan terus dikembangkan dengan memberikan keterampilan yang lebih relevan dengan kebutuhan saat ini, termasuk pemrograman dan kompetensi di bidang teknologi.
Baca juga: Toyota Indonesia masih rahasiakan harga untuk LC FJ
Baca juga: Konsumsi BBM Toyota Veloz Hybrid Jogja-Solo tembus 26,5 km per liter
Dalam mengatasi kesenjangan ilmu pengetahuan di kalangan pekerja, dia menyebut Toyota memiliki filosofi “Make People before Make Product”. Dengan filosofi itu, perusahaan selalu mengedepankan People Development dalam kegiatan usaha.
Khususnya dalam era elektrifikasi, sebelum memulai produksi kendaraan elektrifikasi kami melakukan persiapan bukan hanya dari sisi teknologi dan fasilitas manufaktur, tetapi juga kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM).
"Kami mempersiapkan SDM melalui berbagai kompetensi yang berhubungan dengan elektrifikasi dalam hal safety, proses produksi, proses delivery hingga kontrol kualitas," kata I Nyoman Winaya.
Di samping itu, Toyota kini juga menerapkan prinsip AMAP atau All Member All Process. Melalui prinsip ini, Nyoman mengaku perusahaan berupaya memberikan akses pekerjaan pada seluruh anggota tim, mulai dari kondisi dan latar belakang, usia, kondisi fisik tertentu sampai dengan kesetaraan gender.
Ia menekankan perempuan yang bekerja di perusahaan memiliki memiliki kesempatan untuk bekerja di berbagai proses sesuai dengan kompetensinya.
"Kami juga menyesuaikan pekerjaan dengan kebutuhan masing-masing individu, antara lain melalui penggunaan alat bantu seperti karakuri atau alat bantu produksi yang dapat meringankan pekerjaan," ucapnya.
Nyoman menyebut saat ini, jumlah pekerja wanita di fasilitas produksi TMMIN telah mencapai lebih dari 200 orang.
Dalam kesempatan itu, ia turut menyatakan tim Toyota sebagai bagian dari industri otomotif nasional siap mengikuti arah kebijakan pemerintah sesuai dengan kemampuan yang dimiliki perusahaan, salah satunya melalui wacana produksi mobil nasional (mobnas).
Baca juga: Toyota: Elektrifikasi perkuat kapabilitas industri otomotif RI
Baca juga: RI pelajari strategi Toyota dalam memperkuat industri otomotif
Baca juga: Toyota uji coba Toyota bZ4X Touring di medan off-road
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
- Tags
- toyota
- tmmin
- teknologi robot