Jakarta (ANTARA) - Petenis putri Indonesia Aldila Sutjiadi mewaspadai kekuatan pasangan Andreja Klepac dari Slovenia dan Makoto Ninomiya dari Jepang yang akan menjadi lawan dirinya bersama Erin Routliffe dari Selandia Baru pada final Mubadala Citi DC Open 2026.
Menurut Aldila, pasangan tersebut layak mencapai partai puncak karena tampil konsisten sejak awal turnamen.
"Pastinya mereka bisa masuk ke babak final karena mereka juga bermain sangat baik dari babak pertama. Tadi sempat melihat beberapa game saat mereka bermain di babak semifinal," kata Aldila kepada ANTARA melalui pesan instan, Sabtu.
Aldila menilai pengalaman Klepac sebagai mantan petenis 10 besar dunia nomor ganda menjadi salah satu kekuatan utama pasangan tersebut.
"Mereka cukup solid karena Klepac kan mantan pemain top 10 ganda. Jadi walaupun mereka tidak diunggulkan, mereka bermain cukup solid," ujarnya.
Baca juga: Main agresif kunci Aldila menang telak pada semifinal DC Open
Klepac/Ninomiya melaju ke babak akhir setelah mengalahkan unggulan ketiga petenis Indonesia Janice Tjen yang berpasangan dengan petenis China Zhang Shuai pada semifinal yang berlangsung ketat yang berakhir dengan skor 6-4, 5-7, 10-7.
Sementara Aldila/Erin, yang menempati unggulan kedua dalam ajang WTA 500 tersebut, memastikan tiket final setelah tampil dominan menundukkan pasangan China Qian Tang/Yifan Xu dengan skor 6-1, 6-1 pada semifinal.
Partai final dijadwalkan berlangsung pada Sabtu pukul 23.00 WIB, dan menjadi peluang bagi Aldila untuk menambah koleksi gelar pada musim 2026 setelah menjuarai Bad Homburg Open untuk meraih gelar WTA 500 pertamanya.
Bagi Aldila, keberhasilan melaju ke final juga memperpanjang tren positifnya pada pertengahan musim ini setelah mencapai perempat final ganda campuran Wimbledon 2026, sekaligus awal yang baik Untuk musim lapangan keras Amerika Serikat menjelang US Open 2026.
Baca juga: Aldila Sutjiadi selangkah menuju gelar usai dominasi semifinal DC Open
Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.