Amanat Ayah Lula Lahfah Jika Meninggal, Ingin Dimakamkan Bersama Putrinya

Senin, 28 September 2026 - 20:06 WIB

VIVA – Kepergian Lula Lahfah untuk selamanya meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga. Selebgram tersebut meninggal dunia pada Jumat, 23 Januari 2026. Belum lama ini, ayah Lula mengungkap sebuah amanat yang membuat publik terharu.

Baca Juga

Melalui unggahan di Instagram, ayah Lula menceritakan keinginannya apabila suatu hari nanti dirinya meninggal dunia. Ia berharap dapat dimakamkan bersama Lula, putri yang disebutnya sangat dicintai. Amanat tersebut disampaikan sambil mengenang anggota keluarga lain yang telah lebih dahulu berpulang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam tulisannya, ayah Lula terlebih dahulu bercerita mengenai makam ibunya yang telah meninggal pada 2011. Empat belas tahun kemudian, kakaknya juga menyusul kepergian sang ibu.

Baca Juga

Sebelum meninggal, sang kakak ternyata pernah menyampaikan keinginan sederhana mengenai tempat peristirahatan terakhirnya.

“Ini adalah makam almarhumah Ibu saya, yang berpulang pada tahun 2011,” tulis Feroz di Instagramnya yang dikutip pada senin, 28 September 2026. 

Baca Juga

“Empat belas tahun kemudian, pada tahun 2025, kakak saya menyusul kepergian Ibu. Sebelum meninggal, ia pernah menitipkan sebuah amanat sederhana… Jika tiba waktunya, ia ingin dimakamkan bersama Ibunya,” tulisnya lagi. 

Keinginan tersebut kemudian membuat ayah Lula memikirkan kembali arti kedekatan keluarga, bahkan setelah seseorang meninggal dunia.

Dari kisah tersebut, ayah Lula kemudian mengungkap amanat yang ingin ia titipkan untuk masa depan. Jika Allah memberikan izin dan keadaan memungkinkan, ia ingin tempat peristirahatan terakhirnya berada di dekat Lula.

“Dan mungkin, suatu hari nanti, giliran saya,” kata Feroz. 

“Jika usia saya tidak panjang, dan jika Allah mengizinkan serta keadaan memungkinkan, saya pun ingin menitipkan satu amanat yang sederhana. Saya ingin dimakamkan bersama Lula Lahfah,” katanya lagi. 

Dalam pesannya, ayah Lula menggambarkan putrinya sebagai anak perempuan yang sangat ia cintai. Meski Lula telah tiada, kenangan tentang sang anak disebut akan tetap berada di dalam hatinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Anak perempuan yang saya cintai sepenuh hati. Anak yang lebih dahulu pergi meninggalkan saya, tetapi tidak pernah benar-benar pergi dari hati saya,” ujar Feroz. 

Ia juga mengaku tidak mengetahui kapan dirinya akan dipanggil oleh Tuhan. Karena itu, amanat tersebut disampaikan sebagai sebuah harapan untuk suatu saat nanti.

Halaman Selanjutnya

“Saya tidak tahu kapan Allah akan memanggil saya. Tidak tahu berapa lama lagi perjalanan ini akan berlangsung,” ujarnya lagi.