Batulicin (ANTARA) - Bupati Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, Andi Rudi Latif mentargetkan realisasi investasi di "Bumi Bersujud" capai Rp10,17 Triliun.
"Sejak periode 2024, realisasi investasi di Tanah Bumbu meningkat dari Rp5,18 triliun menjadi Rp12,05 triliun pada 2025, atau tumbuh sekitar 132,7 persen," kata Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif, di Batulicin, Jumat.
Bupati mengatakan, investasi tersebut berasal dari 2.424 proyek yang menyerap sebanyak 6.296 tenaga kerja. Capaian tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan daya saing dan mengembangkan potensi investasi.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Tanah Bumbu, realisasi investasi 2025 terdiri atas penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN).
PMA di periode 2024 sebesar Rp1,01 triliun, pada periode 2025 meningkat sebesar 426 persen menjadi Rp5,32 triliun. Sementara PMDN naik dari sekitar Rp4,16 triliun menjadi Rp6,72 triliun atau meningkat sekitar 61 persen.
Di sektor pertambangan dan penggalian masih menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi sekitar 50,6 persen dari total investasi 2025.
Industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya menyumbang sekitar 12,4 persen, sedangkan perdagangan dan reparasi sekitar 7,2 persen.
Investasi industri logam dasar mencapai sekitar Rp1,50 triliun. Sektor tersebut menjadi salah satu penyumbang investasi Tanah Bumbu di luar pertambangan.
Baca juga: Tanah Bumbu targetkan PAD meningkat sepuluh persen
Untuk mencapai target 2026, DPMPTSP melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaku usaha, terutama perusahaan dengan rencana investasi besar. Pembinaan juga dilakukan terkait penyusunan dan pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).
Pemerintah daerah turut memfasilitasi penyelesaian kendala perizinan melalui penerapan OSS Berbasis Risiko dan pelayanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Tanah Bumbu.
"Harapannya tidak hanya tercermin dari nilai penanaman modal, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," ucap Bupati.
Pengembangan investasi juga diarahkan pada pemanfaatan potensi kawasan Batulicin dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Setangga. Selain itu, pemerintah daerah mendorong kemitraan antara pelaku usaha besar dan UMKM lokal melalui program AKSI Geber Investasi.
Pewarta: Sujud Mariono
Editor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.