Anggota Komisi XIII DPR RI: Layanan paspor harus mudah dijangkau masyarakat

Anggota Komisi XIII DPR RI: Layanan paspor harus mudah dijangkau masyarakat

Jumat, 31 Juli 2026 16:19 WIB

Image Print

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo didampingi Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Provinsi Jawa Tengah Haryono Agus (kiri) dan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cilacap Ryo Achdar (kanan) memberi keterangan pers terkait layanan Paspor Simpatik di Kantor Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Banyumas, Purwokerto, Banyumas, Jumat (31/7/2026). ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menilai layanan keimigrasian harus mudah dijangkau masyarakat Banyumas, Jawa Tengah, sehingga dirinya mendukung penyelenggaraan Paspor Simpatik dan percepatan pembangunan Kantor Imigrasi Banyumas yang ditargetkan mulai beroperasi 2027.

"Kuota ini dibuka sampai 4 Agustus 2026 dengan harapan masyarakat bisa memanfaatkan layanan yang lebih dekat sehingga tidak perlu lagi mengurus paspor ke Cilacap atau Wonosobo. Ini merupakan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Yanuar saat membuka layanan Paspor Simpatik digelar di Kantor Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Banyumas, Purwokerto, Banyumas, Jumat.

Kegiatan Paspor Simpatik tersebut digelar mulai 31 Juli hingga 4 Agustus 2026 dengan kuota sebanyak 500 pemohon.

Yanuar menjelaskan program hasil kerja sama Direktorat Jenderal Imigrasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas tersebut menjadi solusi sementara bagi warga yang selama ini harus mengurus paspor ke Kantor Imigrasi terdekat seperti Cilacap, Wonosobo, maupun daerah lain.

Menurut dia, layanan tersebut melayani pembuatan paspor baru serta penggantian paspor yang masa berlakunya telah habis atau halaman paspornya penuh.

Namun dia menilai layanan itu belum melayani penggantian paspor yang hilang, rusak, maupun perubahan data.

“Kemudahan akses pelayanan paspor diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat untuk bekerja, menempuh pendidikan, berwisata, maupun menjalankan aktivitas ekonomi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan paspor sesuai ketentuan hukum dan tidak menyalahgunakan dokumen perjalanan tersebut untuk tindak pidana, seperti perdagangan orang maupun penyelundupan.

Selain menghadirkan layanan sementara, Yanuar mengatakan usulan pembangunan Kantor Imigrasi Banyumas telah diajukan kepada Direktorat Jenderal Imigrasi dan mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Banyumas yang telah menyiapkan lokasi pembangunan.

"Targetnya, jika seluruh proses berjalan lancar, Kantor Imigrasi Banyumas bisa mulai beroperasi pada 2027. Tujuan utamanya agar masyarakat tidak perlu lagi mengurus paspor ke luar daerah," katanya.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah Haryono Agus mengatakan rencana pembangunan Kantor Imigrasi Banyumas sebenarnya telah lama diwacanakan, namun sebelumnya terkendala kesiapan pemerintah daerah, terutama dalam penyediaan lahan.

Menurut dia, dukungan dari DPR RI dan Pemerintah Kabupaten Banyumas membuat rencana tersebut kini semakin realistis untuk direalisasikan.

"Apabila seluruh proses mendapat persetujuan, kami siap melaksanakan pembangunan Kantor Imigrasi Banyumas," katanya.

Ia menilai keberadaan Kantor Imigrasi Banyumas sangat dibutuhkan mengingat tingginya permintaan layanan paspor di Banyumas dan sekitarnya.

Selain itu, Purwokerto merupakan pusat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan di wilayah Jawa Tengah bagian selatan sehingga layak memiliki kantor imigrasi sendiri.

Salah seorang pemohon paspor asal Bumiayu, Wahyu mengaku terbantu dengan hadirnya layanan Paspor Simpatik di Banyumas.

Pekerja migran Indonesia yang bekerja di sektor manufaktur di Korea Selatan itu mengatakan selama ini harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mengurus paspor.

"Kalau nanti ada Kantor Imigrasi di Banyumas tentu jauh lebih mudah. Sekarang saja dengan layanan di Banyumas sudah sangat membantu karena lebih dekat dibanding harus ke daerah lain," katanya.


Baca juga: Wamendikdasmen menargetkan pembangunan SNT Banyumas dimulai Oktober

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.