Gempa di sekitar Kepulauan Seribu dianalisis sebagai gempa dalam (intraslab) yang terjadi akibat aktivitas di dalam lempeng dan dinyatakan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Lantas, apa sebenarnya gempa megathrust, apakah bisa terjadi dalam waktu dekat, dan wilayah mana saja di Indonesia yang berpotensi terdampak? Berikut penjelasannya.
Baca Juga: Polda Banten Pastikan Jeriken hingga Helm Plastik Bukan Milik Kapal Rombongan Jurnalis
Apa Itu Gempa Megathrust?
Gempa megathrust adalah gempa bumi sangat besar yang terjadi di zona subduksi, yaitu wilayah ketika satu lempeng tektonik menunjam ke bawah lempeng lainnya.
Sederhananya, bayangkan dua lempeng bumi saling bertemu. Salah satunya perlahan masuk ke bawah lempeng lain.
Karena permukaan lempeng tidak selalu bergerak mulus, bagian yang saling menempel dapat terkunci dan menyimpan energi.
Ketika tekanan sudah terlalu besar, bagian tersebut bisa tiba-tiba bergeser dan melepaskan energi dalam jumlah sangat besar. Inilah yang dapat menghasilkan gempa megathrust.
Baca Juga: SAR Surabaya Kerahkan Kapal dan Helikopter Bantu Pencarian Kapal Virgo Transport 08
Apakah Gempa Megathrust Akan Terjadi dalam Waktu Dekat?
Sampai sekarang, belum ada yang dapat memastikan kapan gempa megathrust akan terjadi.
Teknologi dan ilmu pengetahuan belum mampu memprediksi gempa bumi secara tepat, baik mengenai waktu kejadian, lokasi, maupun kekuatannya.
Karena itu, informasi mengenai adanya potensi gempa megathrust di Indonesia tidak bisa diartikan sebagai tanda bahwa gempa besar akan segera terjadi.
BMKG juga telah menjelaskan bahwa potensi megathrust merupakan informasi mengenai kondisi dan sumber gempa yang perlu diwaspadai, bukan ramalan mengenai waktu terjadinya gempa.
Beberapa wilayah di Indonesia, seperti Selat Sunda dan Mentawai-Siberut, termasuk kawasan yang mendapat perhatian karena memiliki potensi menghasilkan gempa besar.
Kondisi tersebut membuat para ahli terus melakukan pemantauan dan penelitian.
Indonesia memang berada di wilayah yang aktif secara tektonik sehingga gempa bumi dapat terjadi di berbagai daerah.
Namun, terjadinya satu atau beberapa gempa tidak otomatis berarti gempa megathrust akan segera terjadi.
Gempa berkekuatan M5,9 di sekitar Kepulauan Seribu pada 12 September 2026 dianalisis BMKG sebagai gempa dalam (intraslab) yang berkaitan dengan aktivitas di dalam lempeng.
Gempa tersebut bukan merupakan gempa megathrust dan BMKG menyatakan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Daftar Wilayah yang Berpotensi Terdampak Gempa Megathrust di Indonesia
1. Sumatra
Aceh dan sekitarnya
Sumatera Utara
Sumatera Barat, termasuk Kepulauan Mentawai
Bengkulu
Lampung
Di sisi barat Sumatra terdapat beberapa segmen megathrust, termasuk Aceh-Andaman, Nias-Simeulue, Mentawai-Siberut, Mentawai-Pagai, dan Enggano.
2. Banten dan Selat Sunda
Kawasan Banten dan sekitar Selat Sunda menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian karena terdapat segmen Megathrust Selat Sunda.
BMKG menyebut Selat Sunda sebagai salah satu kawasan seismic gap yang perlu diwaspadai.
3. Jawa Barat
Wilayah pesisir selatan Jawa Barat berdekatan dengan zona subduksi selatan Jawa.
BMKG menyebut wilayah Jawa Barat sebagai kawasan yang rawan gempa dan sebagian pesisir selatannya juga memiliki risiko tsunami.
4. Jawa Tengah dan Jawa Timur
Zona megathrust di selatan Jawa terbagi ke dalam beberapa segmen, termasuk segmen Jawa Barat-Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Karena sumber gempa berada di laut selatan Jawa, dampaknya dapat dirasakan di wilayah pesisir dan daerah lain tergantung kekuatan serta kedalaman gempa.
5. Bali
Bali berada di dekat zona subduksi selatan Jawa-Bali-Nusa Tenggara. Kondisi tektonik tersebut membuat Bali memiliki potensi mengalami guncangan gempa dan tsunami dari sumber gempa tertentu.
6. Nusa Tenggara Barat (NTB)
Wilayah seperti Lombok dan Sumbawa berada di kawasan dengan aktivitas tektonik tinggi. Zona subduksi di bagian selatan serta struktur tektonik lainnya menjadi sumber potensi gempa di kawasan ini.
7. Nusa Tenggara Timur (NTT)
NTT termasuk wilayah yang rawan gempa dan tsunami karena memiliki tatanan tektonik yang kompleks, termasuk zona subduksi, Flores back-arc thrust, dan sejumlah sesar aktif.
8. Sulawesi Utara dan sekitarnya
BMKG memasukkan Sulawesi Utara sebagai salah satu kawasan yang memiliki sumber gempa megathrust dan pernah mengidentifikasi kawasan ini dalam pembahasan seismic gap.
9. Maluku dan Laut Banda
Kawasan Laut Maluku dan Laut Banda juga memiliki zona subduksi yang dapat menjadi sumber gempa besar. Peta segmentasi megathrust Indonesia mencakup sejumlah sumber gempa di kawasan Banda.
10. Papua bagian utara
Bagian utara Papua juga termasuk kawasan dengan sumber gempa subduksi. BMKG memasukkan utara Papua dalam daftar wilayah seismic gap yang perlu diwaspadai.
FAQ
1. Apa itu gempa megathrust?
Gempa megathrust merupakan gempa bumi berkekuatan besar yang terjadi di zona subduksi, yaitu wilayah ketika satu lempeng tektonik bergerak menunjam ke bawah lempeng lainnya.
2. Apakah gempa Kepulauan Seribu merupakan gempa megathrust?
Bukan. Gempa M5,9 di sekitar Kepulauan Seribu pada 12 September 2026 dianalisis sebagai gempa dalam (intraslab), bukan gempa megathrust.
3. Apakah gempa megathrust akan terjadi dalam waktu dekat?
Belum ada yang dapat memastikan. Hingga saat ini, ilmu pengetahuan belum mampu memprediksi secara tepat kapan, di mana, dan seberapa besar gempa akan terjadi.
4. Mengapa Indonesia berpotensi mengalami gempa megathrust?
Indonesia berada di kawasan pertemuan sejumlah lempeng tektonik aktif. Kondisi tersebut membuat Indonesia memiliki beberapa zona subduksi yang berpotensi menjadi sumber gempa besar.
5. Wilayah mana saja yang berpotensi terdampak gempa megathrust?
Sejumlah wilayah yang berada di sekitar zona subduksi antara lain Sumatra, Banten dan Selat Sunda, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Utara, Maluku, Laut Banda, hingga Papua bagian utara.
Kesimpulan
Gempa megathrust merupakan gempa besar yang terjadi di zona subduksi dan Indonesia memiliki sejumlah wilayah yang berdekatan dengan sumber gempa tersebut.
Meski demikian, keberadaan zona megathrust tidak berarti gempa besar akan terjadi dalam waktu dekat.
Gempa M5,9 di sekitar Kepulauan Seribu pada 12 September 2026 juga bukan merupakan tanda bahwa gempa megathrust akan segera terjadi.
Gempa tersebut termasuk gempa dalam (intraslab) dan tidak berpotensi tsunami.
Masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap gempa dan tsunami, mengikuti informasi resmi BMKG, serta memahami langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat.