Apa itu istilah "coffee nap", benarkah bisa bikin tubuh lebih segar?

Jakarta (ANTARA) - Bagi sebagian orang, minum kopi dan tidur mungkin terdengar seperti dua hal yang bertolak belakang. Namun, kombinasi keduanya ternyata punya istilah sendiri, yakni coffee nap.

Coffee nap adalah metode dengan cara minum kopi sebelum tidur singkat, biasanya sekitar 15-20 menit. Cara ini dipercaya dapat membantu mengurangi rasa kantuk dan membuat tubuh lebih waspada setelah bangun.

Lantas, benarkah coffee nap bisa bikin tubuh lebih segar? Berikut penjelasannya, mengutip Sleep Foundation.

Baca juga: Kopi hitam vs kopi susu, mana yang lebih baik dikonsumsi setiap hari?

Apa itu coffee nap?

Coffee nap dilakukan dengan minum kopi terlebih dahulu, kemudian langsung tidur sebentar. Kuncinya adalah durasi tidur yang singkat, bukan tidur berjam-jam.

Konsep ini memanfaatkan dua hal sekaligus, yaitu manfaat tidur singkat dan efek kafein. Saat seseorang tidur, rasa kantuk dapat berkurang. Di sisi lain, kafein membutuhkan waktu untuk mulai bekerja di dalam tubuh.

Ketika bangun, efek keduanya diharapkan muncul hampir bersamaan sehingga rasa kantuk berkurang dan tubuh terasa lebih segar. Sleep Foundation menyebut coffee nap umumnya dilakukan selama sekitar 20 menit.

Benarkah bisa mengurangi rasa kantuk?

Jawabannya, bisa.

Kafein bekerja dengan menghambat adenosin, senyawa di otak yang berkaitan dengan munculnya rasa kantuk. Sementara itu, tidur singkat dapat membantu meningkatkan kewaspadaan.

Sejumlah penelitian juga menemukan bahwa kafein dapat membantu meningkatkan perhatian dan waktu reaksi, terutama ketika seseorang mengalami kurang tidur.

Namun, efek coffee nap tidak selalu sama pada setiap orang. Ada yang merasa lebih segar setelah bangun, tetapi ada juga yang tidak merasakan perubahan berarti.

Baca juga: Kopi terakhir sebaiknya jam berapa? Ini waktu yang tepat

Kenapa tidurnya harus singkat?

Durasi menjadi bagian penting dalam coffee nap. Tidur sekitar 15-20 menit dianggap cukup untuk mendapatkan manfaat tidur singkat tanpa terlalu jauh masuk ke tahap tidur yang lebih dalam.

Jika tidur terlalu lama, seseorang justru bisa mengalami sleep inertia. Kondisi ini membuat tubuh terasa berat, mengantuk dan sulit fokus sesaat setelah bangun.

Karena itu, jangan sampai niat melakukan coffee nap selama 20 menit malah berubah menjadi tidur siang dua jam.

Apakah coffee nap aman dilakukan?

Bagi kebanyakan orang, coffee nap sesekali bukan masalah. Namun, tetap perhatikan jumlah kafein yang dikonsumsi.

Kafein dapat membuat sebagian orang merasa gelisah, jantung berdebar atau sulit tidur. Konsumsi kopi terlalu dekat dengan waktu tidur malam juga dapat mengganggu kualitas tidur.

Karena itu, coffee nap lebih cocok dilakukan pada siang atau awal sore, bukan menjelang waktu tidur malam.

Yang juga perlu diingat, coffee nap bukan pengganti tidur malam. Jika tubuh terus-menerus merasa lelah dan mengantuk, memperbaiki durasi serta kualitas tidur tetap menjadi langkah utama.

Baca juga: Apa benar kopi bisa bantu tingkatkan konsentrasi? Ini faktanya

Baca juga: Kenapa habis ngopi malah ngantuk? Ini kemungkinan penyebabnya

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.