Pangkalpinang (ANTARA) - Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencatat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Regional Bangka Belitung (Babel) semakin solid dengan pendapatan yang tumbuh kuat dan belanja yang optimal.
Kepala Kanwil DJPb Babel, Muhamad Mufti Arkan mengatakan hingga akhir 30 Juni 2026, kondisi fiskal daerah terlihat semakin solid, didukung pertumbuhan pendapatan negara yang tinggi serta realisasi belanja yang semakin akseleratif dan proporsional guna mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
"Perkembangan perekonomian regional di tengah dinamika ekonomi global, perekonomian Bangka Belitung tetap menunjukkan stabilitas harga yang terjaga," kata M. Mufti Arkan di Pangkalpinang, Jumat.
Kinerja APBN Regional hingga akhir semester I 2026 menunjukkan kondisi yang tetap solid, ditandai dengan pertumbuhan pendapatan negara yang tinggi, realisasi belanja yang semakin akseleratif dan terjaga proporsinya sepanjang tahun, serta pengelolaan fiskal yang tetap berhati-hati dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Untuk pendapatan negara, realisasinya mencapai Rp2,15 triliun atau 40,56 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp5,29 triliun. Capaian ini tumbuh tinggi sebesar 24,12 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Capaian tersebut didorong oleh penerimaan pajak sebesar Rp1,92 triliun, tumbuh 27,79 persen secara tahunan, penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp76,81 miliar atau 71,60 persen dari target tahunan dan penerimaan PNBP sebesar Rp152,35 miliar, tumbuh 25,28 persen secara tahunan.
Dan belanja negara, realisasinya mencapai Rp4,44 triliun atau 52,54 persen dari pagu APBN 2026 sebesar Rp8,46 triliun yang tumbuh 0,24 persen secara tahunan. Realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp1,48 triliun atau 48,05 persen dari pagu, tumbuh 26,09 persen secara tahunan, didorong oleh akselerasi belanja modal yang tumbuh 104,91 persen secara tahunan.
"Sedangkan untuk transfer ke daerah (TKD), realisasi mencapai Rp2,97 triliun atau 55,09 persen dari target APBN," ujarnya.
Menurutnya posisi ini mencerminkan peran strategis APBN sebagai instrumen stabilisasi dan pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah, mengingat Kepulauan Bangka Belitung merupakan wilayah dengan aliran neto sumber daya fiskal dari Pemerintah Pusat yang mendukung aktivitas ekonomi dan pelayanan publik di daerah.
Kanwil DJPb Babel juga mendorong sektor produktif untuk terus berlanjut melalui pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tersalur Rp838,99 miliar kepada 11.653 debitur atau 50,09 persen dari target Rp1,67 triliun, serta pembiayaan Ultra Mikro (UMI) sebesar Rp51,62 miliar kepada 9.163 debitur, dengan Kabupaten Bangka sebagai wilayah penyaluran tertinggi untuk kedua skema pembiayaan tersebut.
"Kita akan terus menjaga APBN regional agar tetap sehat, kredibel dan adaptif untuk memperkuat stabilitas ekonomi daerah, menjaga keberlanjutan fiskal, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Babel yang inklusif dan berkelanjutan," tutupnya.
Pewarta: Elza Elvia
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.