Apple Incar 40 Eks Karyawannya di OpenAI Lewat Somasi Hukum Massal!

Bagikan:

JAKARTA - Raksasa teknologi Apple dilaporkan tengah memperluas serangan hukumnya secara agresif terhadap OpenAI. Langkah hukum ini diambil terkait dengan dugaan pencurian desain perangkat keras (hardware) milik perusahaan.

Menurut laporan terbaru, gugatan Apple terhadap OpenAI kini memasuki babak baru dengan dikirimkannya surat pelestarian bukti formal (preservation letters) kepada sekitar 40 mantan karyawannya yang kini telah menyeberang.

BACA JUGA:


Pemberitahuan resmi tersebut mewajibkan para pekerja untuk membekukan dan mengamankan seluruh komunikasi, dokumen elektronik, serta data perangkat yang dinilai relevan. Hal ini mengindikasikan bahwa penyelidikan internal yang dilakukan oleh Apple jauh lebih mendalam dibandingkan dengan berkas gugatan awal yang mereka ajukan ke pengadilan.

Gunung Es dari Sebuah Skandal Besar

Informasi terbaru mengenai kisruh ini pertama kali diembuskan oleh media Financial Times. Langkah hukum yang agresif ini merupakan kelanjutan dari gugatan Apple terhadap OpenAI yang dilayangkan minggu lalu. Sang produsen iPhone menuduh adanya kampanye terstruktur yang terkoordinasi dengan rapi untuk membajak talenta terbaik mereka. Tidak hanya itu, OpenAI juga dituding sengaja mengeruk rahasia dagang konfidensial terkait proses manufaktur dan teknik perangkat keras konsumen.

Menurut tim hukum Apple, saat ini ada lebih dari 400 mantan karyawan mereka yang bekerja di bawah bendera OpenAI. Perusahaan bentukan Steve Jobs tersebut secara terbuka menyatakan dalam keluhannya bahwa pelanggaran yang berhasil diungkap sejauh ini barulah sebagian kecil dari fenomena "gunung es" yang sebenarnya.

Inti dari gugatan awal ini secara spesifik membidik dua sosok pembelot tingkat tinggi. Mereka adalah Tang Tan, yang saat ini menjabat sebagai Chief Hardware Officer di OpenAI sekaligus veteran 24 tahun di Apple yang dulunya memimpin desain produk. Sosok kedua adalah Chang Liu, mantan teknisi listrik sistem senior (senior system electrical engineer) yang kini memperkuat tim hardware OpenAI.

"Show and Tell"

Dalam dokumen tuntutannya, Apple menuduh Tang Tan aktif merekrut staf mereka. Bahkan, Tan diduga kuat mendorong calon karyawan untuk mempelajari materi perusahaan yang bersifat rahasia sebelum mereka menjalani sesi wawancara kerja.

Selain itu, materi dalam gugatan Apple terhadap OpenAI juga membeberkan adanya sesi rahasia bertajuk "show and tell" di kantor OpenAI. Dalam sesi tersebut, para teknisi baru disinyalir memamerkan purwarupa (prototype) serta tata letak desain curian milik Apple. Langkah nekat ini diduga dilakukan demi mempercepat pengembangan teknologi internal di OpenAI.

OpenAI Membantah Keras

Pemberitahuan hukum yang menyasar 40 karyawan ini sebenarnya memiliki fungsi ganda. Selain mempersiapkan landasan kuat untuk permintaan penemuan hukum (legal discovery) menjelang persidangan, surat ini juga menjadi peringatan keras bagi para pembelot lainnya bahwa Apple sedang mengawasi gerak-gerik mereka secara ketat.

Saat ini, Apple menuntut ganti rugi finansial yang nominalnya belum ditentukan. Mereka juga mendesak perintah pengadilan formal untuk memblokir OpenAI agar tidak menggunakan informasi milik Apple dalam pengembangan perangkat AI yang belum diumumkan.

Di sisi lain, OpenAI akhirnya memberikan tanggapan resmi untuk pertama kalinya mengenai tuduhan berat ini. Dalam pernyataan resminya, perusahaan kecerdasan buatan tersebut membantah keras seluruh klaim yang dilayangkan Apple. Mereka menyatakan sama sekali tidak menemukan bukti bahwa keluhan tersebut memiliki dasar yang kuat.

OpenAI juga membela praktik perekrutan karyawan mereka dengan menekankan keyakinan pada kompetisi pasar yang adil. Bagi mereka, setiap profesional harus memiliki kebebasan penuh untuk bekerja di mana pun mereka memilih, terlepas dari adanya perseteruan hukum yang sedang berjalan.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+