Hervin Saputra
| 12 Juli 2026, 00:06 WIB

Pelatih Tim Nasional Argentina, Lionel Scaloni, dalam sesi konferensi pers laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara timnya dan Mesir di Atlanta, Amerika Serikat, Selasa (7/7/2026). X/Seleccion Argentina
AKURAT.CO, Pelatih Tim Nasional Argentina, Lionel Scaloni, tampaknya sudah terbiasa dengan narasi negatif yang diarahkan terhadap pasukannya di Piala Dunia 2026. Scaloni bahkan merujuk ke edisi 1986 ketika Argentina juara bersama Diego Maradona.
“Dulu sekali, di (Piala Dunia) ’86, mereka juga bilang kami diuntungkan,” kata Lionel Scaloni menjelang laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Swiss di Kansas City, Amerika Serikat, Jumat (10/7/2026), sebagaimana dipetik dari AS.
“Sejauh yang saya ingat, Argentina selalu disorot karena selalu menjadi salah satu tim paling menarik di turnamen.”
Argentina dikritik banyak pihak karena dianggap diuntungkan oleh wasit dalam kemenangan mereka kontra Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Beberapa sorotan di antaranya adalah keputusan wasit asal Prancis, Francois Letexier, yang membatalkan gol Mostafa Ziko karena menganggap Marwan Attia beluh dulu menjatuhkan Lisandro Martinez dalam build-up serangan.
Kemudian insiden jatuhnya Mohamed Salah di kotak penalti Argentina dalam benturan dengan Julian Alvarez. Wasit dikritik karena tak melakukan pengecekan VAR terhadap peristiwa tersebut.
https://akurat.co/bola/872785/scaloni-pastikan-messi-tetap-jadi-algojo-penalti-argentina-meski-dua-kali-gagal-di-piala-dunia-2026
Scaloni justru mengatakan kritik yang menyebut bahwa Albiceleste dipihaki wasit membuat pemainnya termotivasi. Pasukannya, kata Scaloni, justru ingin membuktikan dengan bermain lebih baik.
“Akan ada banyak orang yang tidak ingin kami menang. Ini berdampak pada pemain, yang ingin menggunakannya untuk memberontak dan bahkan bermain lebih baik,” kata Scaloni.
Argentina akan menghadapi Swiss untuk perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion Kansas, Kota Kansas, Sabtu (11/7/2026) atau Minggu pagi WIB. Sepakmula laga ini akan dilakukan pada pukul 08.00 pagi WIB.
Scaloni juga bicara soal peran sang kapten, Lionel Messi, sebagai pemain pertama yang bertugas mengambil penalti. Pasalnya, Messi dua kali gagal melakukan penalti di Piala Dunia kali ini.
Pun demikian, Scaloni menegaskan bahwa posisi Messi sebagai penendang utama penalti tidak agak bergeser. Bahkan, kata Scaloni, Argentina membiarkan Messi bergerak ke sayap kanan seperti yang dia lakukan di laga versus Mesir.
“Tidak akan saya bilang pada Messi (untuk tidak mengambil penalti), biarkan dia melakukan apayang dia inginkan,” kata Scaloni.
“Kami bergerak mengikuti dia. Dia tidak bilang apapun pada kami, kami menyadari bahwa dia menciptakan (peluang) di sana (sayap kanan) dan dengan itu, semuanya baik-baik saja.”