AS, Iran bahas akhiri konflik dengan mediator secara terpisah

AS, Iran bahas akhiri konflik dengan mediator secara terpisah

Selasa, 29 September 2026 09:24 WIB

Image Print

Poster yang menampilkan mendiang pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, dan Hashem Safieddine untuk memperingati dua tahun kematian Nasrallah akibat serangan udara Israel, di Republic Square, Teheran, Iran, pada 28 September 2026. ANTARA/Fatemeh Bahrami - Anadolu Agency /pri.

Washington (ANTARA) - Perwakilan Amerika Serikat dan Iran pada Senin secara terpisah mengadakan pembahasan upaya untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah dengan negara-negara mediator.

Menurut kantor berita Reuters yang mengutip sumber kedua pihak, pembicaraan lebih lanjut dilaporkan akan fokus pada amandemen rencana tujuh hari yang diajukan Iran pekan lalu.

Tidak ada detail spesifik tentang diskusi dan formatnya yang diungkapkan.

Pada Senin, Axios mengutip seorang pejabat AS bahwa Presiden AS Donald Trump siap untuk melonggarkan sanksi terhadap Iran dan mencairkan dana Teheran yang diblokir jika ada "kemajuan konkret" pada kesepakatan nuklir.

Namun Trump kemudian membantah laporan tersebut.

Pada saat yang sama, Reuters melaporkan, mengutip sumber, bahwa pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan pengecualian sanksi sementara untuk penerbangan yang mengangkut jamaah Syiah antara Iran dan Irak.

Sebelumnya dilaporkan bahwa Amerika Serikat dan Iran mungkin akan mengadakan pembicaraan terpisah dengan mediator yang terlibat dalam penyelesaian konflik pada tanggal 28 atau 29 September.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam pidatonya di Majelis Umum PBB pekan lalu, menyatakan bahwa Republik Islam menegaskan tidak akan membuat senjata nuklir.

Pada awal September, Trump mengatakan bahwa ada kemungkinan 99,9 persen Washington akan membuat kesepakatan nuklir dengan Teheran.

Sumber: Sputnik

Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026