Liputan6.com, Manila - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio pada Rabu (22/7/2026) menegaskan komitmen Washington untuk terus memperkuat kemitraan dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
"AS sepenuhnya bersama ASEAN. ASEAN merupakan mekanisme utama bagi kami untuk terlibat di kawasan ini dan komitmen kami pada tingkat tertinggi akan terus berlanjut," kata Rubio dalam ASEAN–US Post-Ministerial Conference di Manila, Filipina.
Rubio ikut menyoroti investasi AS di Asia Tenggara. Menurut dia, Washington menyiapkan investasi strategis senilai US$ 2,5 miliar untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan regional.
"Kami berinvestasi karena kemajuan ASEAN juga menjadi kepentingan AS," ujarnya, seperti dilaporkan kantor berita Anadolu.
Rubio mengatakan kemitraan dengan negara-negara anggota ASEAN merupakan bagian dari kepentingan nasional AS. Karena itu, Washington ingin tetap menjadi mitra jangka panjang bagi kawasan tersebut.
"Saya sangat meyakini bahwa masa depan dan perjalanan abad ke-21 akan ditentukan di kawasan ini dan oleh berbagai perkembangan yang terjadi di dalamnya," tuturnya.
Ia menilai keamanan dan kemakmuran AS berkaitan erat dengan kondisi di Asia Tenggara.
"Seiring ASEAN mengembangkan ekonomi digital, mendiversifikasi sumber energi, dan membangun rantai pasok yang lebih aman, AS ingin menawarkan solusi atas berbagai tantangan di kawasan. Kami ingin menjadi salah satu mitra utama dan paling tepercaya dalam setiap upaya tersebut," ungkapnya.
Di bidang keamanan, Rubio mengatakan AS berkomitmen menyalurkan bantuan hampir US$ 130 juta kepada negara-negara ASEAN untuk program pembersihan ranjau.
Ia menegaskan Washington akan terus bekerja sama dengan ASEAN untuk memperkuat perekonomian dan masyarakat melalui kemitraan jangka panjang.
Menurut Rubio, kerja sama tersebut ditujukan untuk memastikan AS tetap menjadi mitra yang dapat diandalkan bagi ASEAN selama 50 tahun ke depan dan seterusnya.