AS Umumkan Zona Percontohan di Lebanon Tindaklanjuti Gencatan Senjata

Bagikan:

JAKARTA - Sebagai langkah kunci dalam kesepakatan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel, Amerika Serikat (AS) mengumumkan dimulainya zona percontohan di Lebanon selatan yang bertujuan mengalihkan kendali wilayah tersebut kepada militer Lebanon.

Dilansir dari CNN, Senin, 20 Juli, Departemen Luar Negeri AS menyebutkan tiga kota yang terletak di dekat "Garis Kuning" (Yellow Line)—batas wilayah yang diduduki Israel di Lebanon selatan.

Hanya satu dari kota tersebut yang sempat diduduki oleh pasukan Israel, sementara dua lainnya sempat menjadi sasaran serangan Israel selama perang berlangsung.

Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi AS, Israel diharuskan menarik pasukan militernya dari zona-zona ini dan mengizinkan Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF) untuk masuk.

Zona-zona tersebut harus bersih dari kehadiran Hizbullah, kelompok proksi Iran yang memiliki basis kekuatan di Lebanon selatan. Israel telah menegaskan tidak akan menarik diri sepenuhnya dari wilayah tersebut sampai Hizbullah dilucuti senjatanya dan didesak mundur dari perbatasan.

Foto-foto dari Lebanon selatan yang dibagikan kepada CNN pekan lalu memperlihatkan pasukan LAF sedang berpatroli di beberapa desa di sepanjang perbatasan, termasuk desa-desa yang sebelumnya diduduki pasukan Israel—seperti Bint Jbeil—dan desa-desa lain yang mengalami gempuran hebat Israel, seperti Nabatiyeh. CNN telah menghubungi Pasukan Pertahanan Israel (IDF) untuk meminta tanggapan.

BACA JUGA:


Pengumuman ini disampaikan sehari sebelum Presiden Lebanon Joseph Aoun dijadwalkan mengunjungi Gedung Putih dan bertemu dengan Presiden Donald Trump. Aoun akan menjadi presiden Lebanon pertama yang mengunjungi Gedung Putih sejak tahun 2009.

Pada Minggu, 19 Juli, Aoun bertemu dengan Menteri Luar Negeri Marco Rubio. "Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk mendukung upaya ini serta upaya Lebanon dalam mewujudkan keamanan, perdamaian, dan masa depan yang lebih baik bagi rakyat Lebanon," ujar Rubio dalam pernyataan setelah pertemuan tersebut.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+