Technical and Operation Director Asuransi Astra Mulia Siregar, President Director Asuransi Astra, Maximiliaan Agatisianus dan Retail and Digital Business Director Asuransi Astra, Deddy Armand dalam acara Media Conference: Transformation Beyond The Screen, Jumat (11/9/2026)..
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asuransi Astra mencatat pertumbuhan positif hingga semester I 2025, meski industri asuransi umum nasional masih menghadapi tekanan. Perlambatan terutama terjadi pada lini bisnis yang berkaitan dengan komoditas dan pertambangan, menyusul kebijakan pembatasan kegiatan melalui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).
Presiden Direktur Asuransi Astra Maximiliaan Agatisianus mengatakan, dampak perlambatan sektor komoditas turut dirasakan pada bisnis asuransi alat berat. Namun, perusahaan mampu menjaga kinerja melalui diversifikasi portofolio bisnis.
“Kalau ditanya pertumbuhan dari mana, memang sektor yang paling terimbas adalah sektor yang berhubungan dengan komoditas. Dengan kebijakan regulasi seperti RKAB, kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pertambangan cukup terbatas,” ujar Maximiliaan dalam acara Media Conference: Transformation Beyond The Screen, Jumat (11/9/2026) lalu.
Menurut dia, pembatasan aktivitas pertambangan berdampak pada sejumlah sektor pendukung, termasuk alat berat. Kondisi tersebut secara tidak langsung turut memengaruhi bisnis Asuransi Astra.
Meski demikian, lini bisnis kendaraan bermotor melalui produk Garda Oto masih mampu tumbuh dengan baik. Maximiliaan menyebut, pertumbuhan tersebut sejalan dengan kondisi industri otomotif yang mulai membaik dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun penjualan kendaraan belum sepenuhnya kembali ke kondisi normal.
“Untuk produk yang menjadi salah satu core kami, yaitu produk-produk Garda Oto untuk kendaraan bermotor, masih dapat tumbuh dengan baik. Kalau kita lihat, pertumbuhannya di industri juga cukup baik,” katanya.
Selain asuransi kendaraan, bisnis asuransi kesehatan juga masih menunjukkan pertumbuhan. Tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan kesehatan menjadi salah satu faktor pendukung permintaan. Namun, perusahaan masih menghadapi tantangan dalam mengendalikan rasio klaim.
“Asuransi kesehatan masih bertumbuh dengan baik. Awareness dan permintaan terhadap asuransi kesehatan cukup tinggi. Meskipun tantangannya adalah bagaimana mengendalikan klaim,” ujar Maximiliaan.