Atlet esports Indonesia ingin mengharumkan negara di Asian Games 2026

Jakarta (ANTARA) - Atlet esport Indonesia Moch. Afthon Fathony dan Ararat Samuel Manullang ingin mengharumkan nama bangsa dan negara dalam Asian Games 2026 Aichi-Nagoya di Jepanga, pada 19 September sampai dengan 4 Oktober.

Afthon mengungkapkan kebanggaannya bisa menjadi bagian dari kontingen Indonesia yang dilepas langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Rabu, sehingga kesempatan itu akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mengharumkan Tanah Air.

"Untuk target kami mendapatkan perunggu dan kami akan berusaha untuk melampaui target kami," kata Afthon,

Menurut dia, kesempatan membela negara tersebut menjadi pengalaman luar biasa karena aktivitas yang sebelumnya hanya dianggap sebagai permainan, kini membawanya ke panggung olahraga internasional.

Cabang olahraga esport pada Asian Games kali ini mempertandingkan delapan gim berbeda dengan 30 tim. Delapan gim tersebut meliputi Mobile Legends, Honor Of Kings, Identity V, Naraka BladePoint, Pokemon unite, eFootball, Grand Turismo 7, dan PUBG Mobile.

Afthon menyatakan selama kurang lebih dua bulan, para atlet menjalani latihan secara intensif dengan dukungan berbagai fasilitas. Semua atlet tidak hanya mendapatkan program latihan olahraga, tetapi juga dukungan pemenuhan gizi serta pendampingan dokter.

Baca juga: PB ESI apresiasi atlet esport Indonesia

Dengan persiapan yang telah dijalani, Afthon berharap tim esport Indonesia mampu mencapai podium.

"Terpilih di sini sebuah kehormatan cukup tinggi untuk kami, apalagi awalnya kami (atlet esport) main gim, dianggap sebelah mata namun bisa masuk ke Istana Negara," ujar dia.

Menurut Ararat, kesempatan tampil di Asian Games juga menghadirkan tantangan sekaligus semangat baru. Meski waktu persiapan relatif singkat, dia memastikan seluruh atlet akan mengerahkan kemampuan terbaik. Dia juga berharap perjuangan tersebut menghasilkan prestasi terbaik bagi Indonesia.

Pewarta : Donny Aditra
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026