Pangkalpinang (ANTARA) - Pelaku usaha di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menambah pasokan sebanyak 50,1 ton gula pasir, guna memenuhi kebutuhan gula yang tinggi bagi masyarakat dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di daerah itu.
"Kita berharap dengan adanya penambahan pasokan ini dapat menjaga stabilitas harga gula pasir," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Babel Subekti Saputra di Pangkalpinang, Jumat.
Ia mengatakan berdasarkan hasil pemantauan petugas Disperindag Provinsi Kepulauan Babel di 14 gudang distributor gula pasir, tercatat stok gula pasir mencapai 401,3 ton dan dengan adanya penambahan 50,1 ton maka total stok gula pasir sebanyak 451,4 ton, sehingga dipastikan mencukupi kebutuhan masyarakat di Babel.
Demikian juga, lanjut dia, stok tepung terigu terdapat penambahan sebanyak 70,2 ton sehingga total stok di 14 gudang distributor mencapai 342,7 ton dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Diperkirakan stok tepung dan gula pasir ini akan terus bertambah, karena pelaku usaha secara kontinu menambah pasokan untuk memperkuat stok untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan pelaku UMKM," katanya.
Ia menyatakan saat ini, harga tepung terigu eceran di Pasar Pembangunan Pangkalpinang stabil senilai Rp13.600 per kilogram, harga gula pasir curah Rp18.000 per kilogram dan gula pasir kemasan Rp19.300 per kilogram.
Sementara itu, harga mi instan bertahan Rp3.000 per bungkus, garam halus Rp10.000 per kilogram, susu kental manis Rp13.000 per 370 gram, susu bubuk Rp55.333 per 400 gram, susu bubuk balita Rp45.300 per 400 gram.
"Saat ini permintaan tepung dan gula pasir ini didominasi pelaku UMKM dan diharapkan dengan stok yang memadai dan harga stabil ini dapat mendorong perkembangan usaha mikro kecil menengah di daerah ini," katanya.
Pewarta: Aprionis
Editor : Feny Aprianti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.