Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meningkatkan sumber daya manusia pengawas koperasi agar mampu memberikan melaksanakan tugas pengawasan dan penilaian kesehatan koperasi yang transparan dan akuntabel.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Babel Arie Primajaya di Pangkalpinang, Kamis, mengatakan bimbingan teknis penilaian kesehatan koperasi tahun 2026 dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas para Pejabat Fungsional Pengawas Koperasi dari seluruh kabupaten/kota di provinsi itu.
"Bimbingan teknis selama dua hari sejak Rabu (22/7) ini kita menghadirkan narasumber dari Kementerian Koperasi dan Biro Organisasi Setda Provinsi Babel dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kompetensi para Pejabat Fungsional Pengawas Koperasi dalam pengelolaan jabatan fungsional,' katanya.
Dengan kualitas SDM yang baik dan kompeten diyakini para petugas akan mampu menjalankan fungsi pengawasan dan penilaian terhadap kesehatan koperasi yang transparan dan akuntabel.
"Penilaian kesehatan koperasi merupakan instrumen penting bagi keberlangsungan usaha koperasi, karena keberhasilan koperasi tidak hanya diukur dari besarnya sisa hasil usaha, tetapi juga dari tata kelola yang bersih, transparan dan akuntabel," katanya.
Melalui penilaian kesehatan koperasi, dapat diketahui kekuatan finansial, efektivitas manajemen, serta tingkat kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Menurut dia, koperasi yang sehat akan menjadi pilar utama dalam membangun perekonomian anggota dan masyarakat.
Ia berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme Pejabat Fungsional Pengawas Koperasi, sehingga mampu melaksanakan pengawasan secara lebih efektif.
Dengan pengawasan yang berkualitas, diharapkan koperasi di Provinsi Babel semakin sehat, tangguh, berdaya saing dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi anggota, masyarakat, dan perekonomian daerah.
Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta/Elza Elvia
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.