Babinsa Cekcok dengan Satpol PP Saat Razia Warung Remang Berujung Diperiksa Denpom! Dandim Samarinda Sampai Minta Maaf

Kamis, 24 September 2026 - 10:12 WIB

Samarinda, VIVA – Video seorang Babinsa berdebat dengan petugas Satpol PP saat penertiban sebuah kafe di Samarinda, Kalimantan Timur, viral di media sosial.

Baca Juga

Persoalan tersebut kini berujung permintaan maaf dari Komandan Kodim 0901/Samarinda Kolonel Infateri Arif Hermad. Peristiwa itu terjadi di Jalan Teungku Umar, Kelurahan Karang Asam Ulu, Samarinda, Selasa malam, 22 September 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Arif menjelaskan, Babinsa tersebut awalnya mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari pemilik kafe terkait adanya keributan. Kedatangan Babinsa disebut untuk memantau situasi sekaligus memastikan kondisi wilayah binaannya tetap kondusif.

Baca Juga

Sekitar pukul 23.30 WITA, petugas Satpol PP Kota Samarinda kemudian datang untuk melakukan penertiban. Saat proses penertiban berlangsung, terjadi komunikasi antara Babinsa dengan Kepala Satpol PP Kota Samarinda.

Komunikasi tersebut berkembang menjadi perdebatan mengenai pelaksanaan tugas di lapangan hingga akhirnya terekam dalam video dan tersebar di media sosial.

Baca Juga

Arif mengatakan, TNI dan Satpol PP memiliki tugas serta kewenangan masing-masing. Babinsa menjalankan fungsi pembinaan teritorial dan pemantauan wilayah, sedangkan Satpol PP memiliki tugas menegakkan peraturan daerah.

Atas kejadian tersebut, Arif menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Kota Samarinda.

”Atas kejadian yang terjadi, saya selaku komandan Kodim 0901/Samarinda menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Kota Samarinda apabila dalam pelaksanaan tugas di lapangan terdapat sikap, ucapan, maupun komunikasi dari anggota kami yang menimbulkan ketidaknyamanan atau kesalahpahaman,” kata dia dikutip Kamis, 24 September 2026.

Menurut Arif, permintaan maaf tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sekaligus upaya menjaga hubungan dan sinergi antara Kodim 0901/Samarinda dengan Pemkot Samarinda serta unsur terkait lainnya.

Dia menegaskan persoalan tersebut tidak seharusnya berkembang menjadi masalah antarlembaga. Sebab, TNI dan Pemkot Samarinda selama ini memiliki hubungan yang baik, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

”Kami menghormati tugas dan kewenangan Satpol PP Kota Samarinda. Demikian juga kami akan melakukan evaluasi internal agar komunikasi dan koordinasi personel kami di lapangan ke depan dapat berjalan lebih baik,” katanya.

Meski telah menyampaikan permintaan maaf, proses pendalaman terkait kejadian tersebut tetap berjalan. Detasemen Polisi Militer (Denpom) VI/1 Samarinda masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

Halaman Selanjutnya

Pemeriksaan dilakukan untuk mendapatkan gambaran secara utuh mengenai peristiwa yang kemudian menjadi perhatian publik setelah videonya viral.