Sorong (ANTARA) - PT Bank Pembangunan Daerah Papua (Bank Papua) menyerahkan bantuan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) berupa enam unit kendaraan roda tiga pengangkut sampah dan 2.100 bibit pohon penghijauan kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Papua Barat Daya Julian Kelly Kambu di Sorong, Jumat, mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong perusahaan dan perbankan lainnya di Papua Barat Daya untuk turut memperhatikan aspek lingkungan dalam kegiatan pembangunan.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Bank Papua dengan program CSR-nya. Ini akan memotivasi perusahaan-perusahaan dan perbankan lainnya yang ada di Papua Barat Daya untuk tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi ekologi dan lingkungan juga harus diperhatikan," katanya.
Julian mengatakan pertumbuhan ekonomi harus berjalan seimbang dengan pelestarian lingkungan karena kerusakan ekologi dapat meningkatkan risiko bencana.
Menurut dia, bantuan kendaraan pengangkut sampah tersebut akan didistribusikan ke sejumlah daerah, yakni satu unit untuk Kabupaten Raja Ampat dan dua unit untuk Kabupaten Sorong, sedangkan tiga unit lainnya akan digunakan untuk mendukung pengelolaan sampah di Kota Sorong.
Ia menegaskan kendaraan tersebut akan diberikan kepada kelompok yang telah menjalankan aktivitas pemilahan dan pengelolaan sampah di tingkat lingkungan atau rukun tetangga (RT).
"Kami akan melakukan pengawasan sehingga enam motor ini benar-benar bermanfaat untuk kelompok yang melakukan aktivitas pemilahan sampah dan mengelola sampah pada tingkat RT," ujarnya.
Julian juga mengingatkan pemerintah daerah tidak boleh sepenuhnya bergantung pada bantuan CSR perusahaan dalam menangani persoalan sampah.
Menurut dia, pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota harus mengalokasikan anggaran sendiri untuk penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah karena persoalan sampah telah menjadi salah satu prioritas nasional.
Ia mengatakan upaya pengelolaan sampah juga harus dibarengi dengan penghijauan untuk mengurangi dampak perubahan iklim.
Sebanyak 2.100 bibit pohon yang diserahkan Bank Papua terdiri atas beberapa jenis di antaranya mahoni, ketapang kencana, trembesi dan pucuk merah.
Julian mengatakan, pihaknya akan memperbanyak penanaman pohon di sejumlah lokasi, termasuk kawasan median jalan yang telah menjadi bagian dari program penghijauan pemerintah daerah.
Julian menambahkan persoalan lingkungan, termasuk kebakaran lahan, perlu menjadi perhatian bersama karena kondisi iklim yang semakin panas dapat meningkatkan risiko kebakaran.
Ia mengajak masyarakat, pemerintah, kelompok tani hutan, masyarakat adat, serta seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mencegah dan menangani kebakaran lahan.
"Kebakaran ini bukan tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup saja. Ini tanggung jawab semua warga masyarakat dan semua komponen. Mari kita bersama-sama menjaga," katanya.
Ia berharap bantuan sarana pengelolaan sampah dan program penghijauan dapat menjadi bagian dari upaya bersama membangun lingkungan Papua Barat Daya yang lebih bersih, sehat dan berkelanjutan.
Sementara itu, Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Papua Matheus Mual mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari program CSR Bank Papua sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup di Papua Barat Daya.
"Penyerahan ini berupa enam unit motor roda tiga yang akan digunakan pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Lingkungan Hidup untuk mengangkut sampah dan menjaga kebersihan," katanya.
Ia mengatakan Bank Papua sebelumnya juga menyerahkan 2.100 bibit pohon mahoni pada 5 Juni bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Matius berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di wilayah Papua Barat Daya.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.