Bappisus sebut URI fokus perkuat pendidikan berbasis STEM

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto menyebut Universitas Republik Indonesia (URI) akan berfokus pada penguatan pendidikan berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) guna mendukung pengembangan SDM menuju Indonesia Emas 2045.

Aris mengatakan Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian pada pembentukan generasi unggul karena Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah, namun masih perlu meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM), khususnya dalam penguasaan teknologi.

"Oleh karena itu, Pak Presiden ya fokus mengedepankan universitas yang berbasis pada STEM, Science, Technology, Engineering, and Mathematics. Ya dengan demikian, bangsa ini akan menguasai teknologi sendiri," kata Aris di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.

Menurut dia, penguatan pendidikan berbasis STEM diharapkan dapat mendorong Indonesia menguasai teknologi secara mandiri sehingga tidak hanya menjadi pasar bagi negara lain.

Aris juga menyampaikan dirinya baru berdiskusi dengan sekitar 20 rektor perguruan tinggi negeri. Dalam pertemuan itu, salah satu pembahasan menyangkut upaya memajukan teknologi di Indonesia agar bangsa ini semakin mandiri.

Selain STEM, dia mengatakan URI juga akan membuka berbagai program studi lain, termasuk di bidang kesehatan dan kedokteran.

"Salah satunya fokusnya ke situ (STEM), tetapi prodi-prodi yang lain tentunya juga akan banyak. Misalnya kesehatan, kedokteran," ujarnya.

Menurut Aris, pengembangan pendidikan kedokteran perlu ditingkatkan mengingat rasio dokter di Indonesia masih berada di bawah standar ideal.

Dia menyebut rasio dokter di Indonesia sekitar 0,47 per 1.000 penduduk di wilayah perkotaan dan sekitar 0,27 per 1.000 penduduk di wilayah pedesaan, sedangkan standar ideal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sekitar satu dokter per 1.000 penduduk.

"Kita juga perlu kedokteran itu harus ditingkatkan karena kan sangat kurang sekali ya. Itu 1 banding 1.000, itu idealnya PBB ya, WHO, tetapi kan kita kalau enggak salah hanya 0,47 ya itu di perkotaan, mungkin 0,27 di pedesaan. Ya ini sangat kurang sekali. Oke ya, nanti kita selesaikan," kata dia.

Terkait mekanisme perekrutan maupun aspek teknis penyelenggaraan URI, Aris mengatakan penjelasan lebih lanjut akan disampaikan oleh Gubernur URI Donny Ermawan Taufanto.

Baca juga: Donny: URI dibentuk untuk tingkatkan SDM guna cetak pemimpin masa depan

Baca juga: Prabowo lantik Donny Ermawan sebagai Gubernur Universitas RI

Baca juga: Mendikdasmen: Pendidikan STEM jadi prioritas untuk siapkan SDM unggul

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.