Pandeglang (ANTARA) - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) akan mengevaluasi pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan (SAR), terhadap delapan orang yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Banten, setelah memasuki hari ketujuh pencarian.
Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten Rizky Dwianto di Pandeglang, Banten, Senin mengatakan hasil pelaksanaan operasi pada hari ketujuh akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan apakah operasi SAR dihentikan atau diperpanjang.
"Untuk perpanjangan ataupun kita hentikan nanti kita lihat dari hasil pelaksanaan hari ketujuh ini sehingga nanti jadi bahan evaluasi kita, apakah operasi akan kita hentikan ataupun diperpanjang," katanya.
Sementara itu, Ahli Muda Bidang Kecelakaan Pelayaran dan Penerbangan Basarnas Rangga Aribowo menjelaskan terdapat sejumlah dasar yang menjadi pertimbangan dalam memperpanjang operasi SAR.
Menurut dia, operasi dapat diperpanjang apabila masih ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, barang-barang milik korban, maupun adanya laporan saksi yang melihat sebaran material yang diduga berasal dari kecelakaan.
Ia menambahkan, apabila hasil evaluasi tidak menemukan indikasi baru terkait keberadaan korban maupun barang yang berkaitan .dengan kecelakaan, operasi SAR dapat dinyatakan selesai.
Kendati demikian, Rangga mengatakan, penghentian operasi SAR tidak berarti pencarian terhadap korban sepenuhnya berakhir.
Dalam kondisi tersebut, status dapat dialihkan menjadi siaga sehingga apabila kembali ditemukan tanda-tanda keberadaan korban atau terdapat laporan baru dari masyarakat, operasi SAR dapat dibuka kembali.
"Kalaupun seandainya operasi SAR ditutup, berganti mode kesiapsiagaan. Bilamana ditemukan tanda-tanda adanya laporan keberadaan korban, operasi SAR diadakan kembali," katanya.
Sebelumnya, Gubernur Banten Andra Soni mengharapkan pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap delapan warga yang hilang kontak di perairan Selat Sunda dapat diperpanjang apabila hingga hari ketujuh, Senin (14/9) belum ditemukan.
"Harapan saya adalah untuk memaksimalkan pencarian dan memperpanjang waktu pencarian," ujar Andra Soni.
Seperti diketahui, delapan orang yang masih dalam pencarian berangkat menggunakan kapal cepat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
Lima di antaranya merupakan jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.
Tiga orang lainnya adalah Warta selaku nakhoda, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), serta Heriyanto sebagai pemandu.
Tim SAR Gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap delapan orang tersebut dan mengevaluasi setiap temuan yang berpotensi memberikan petunjuk mengenai keberadaan mereka.
Pewarta: Zubi Mahrofi
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.