Basarnas evakuasi lansia hingga ibu hamil di NTT yang sakit serta trauma gempa

Basarnas evakuasi lansia hingga ibu hamil di NTT yang sakit serta trauma gempa

Kamis, 20 Agustus 2026 14:48 WIB

Image Print

Warga beristirahat di tenda posko pengungsian korban gempa bumi NTT di Lapangan Barangkolong, Reo, NTT, Senin (17/8/2026). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/foc/aa.

Jakarta (ANTARA) - Basarnas mengintensifkan evakuasi medis terhadap kelompok rentan lanjut usia (lansia) dan ibu hamil di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sakit serta trauma atas banyaknya guncangan gempa susulan pascagempa magnitudo 7,7 beberapa hari lalu.

Direktur Operasi Basarnas Yudhi Bramantyo dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan dari hasil penyisiran tim SAR hingga siang ini, sebanyak dua warga penyintas bencana telah dievakuasi karena membutuhkan tindakan medis khusus.

Tim SAR mengevakuasi seorang lansia yang sakit di Ronting, Kabupaten Manggarai Timur. Sebelumnya, korban menempati pengungsian di posko mandiri sebelum dipindahkan petugas ke posko terpusat agar kesehatannya dapat terus dipantau tenaga medis.

Baca juga: Gempa M 5,7 Kembali Guncang NTT, BMKG catat 3.055 susulan

Sementara itu, satu warga lainnya merupakan ibu hamil yang dievakuasi akibat mengalami trauma dan guncangan psikologis menyusul rentetan gempa susulan yang masih berlangsung, bahkan dengan getaran mencapai magnitudo 6,0.

Ibu hamil penyintas bencana tersebut dievakuasi tim SAR menuju Posko Kesehatan Kementerian Kesehatan di Damer, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, guna memperoleh penanganan medis khusus.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Basarnas evakuasi lansia-ibu hamil di NTT yang sakit dan trauma gempa

Pewarta : M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.