BEI Papua harap hadirnya ETF emas perluas akses investasi masyarakat
Rabu, 12 Agustus 2026 19:50 WIB
Kepala Kantor Perwakilan BEI Papua Kreasna Payokwa (ANTARA/Qadri Pratiwi)
Jayapura (ANTARA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) Papua berharap kehadiran Exchange-Traded Fund (ETF) Emas dapat memperluas akses masyarakat terhadap investasi emas melalui pasar modal sekaligus menambah pilihan instrumen investasi bagi investor setempat.
Kepala Kantor Perwakilan BEI Papua Kreasna Payokwa di Jayapura, Rabu, mengatakan peluncuran ETF Emas menjadi perkembangan baru dalam pasar modal Indonesia yang dapat memberikan alternatif bagi masyarakat untuk berinvestasi pada aset emas melalui mekanisme perdagangan di Bursa Efek Indonesia.
"ETF Emas memberikan pilihan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan eksposur terhadap emas tanpa harus membeli dan menyimpan emas fisik secara langsung," katanya.
Menurut Kreasna, ETF Emas merupakan reksa dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK) yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa dengan aset yang mendasari berupa emas.
"Sehingga investor dapat membeli maupun menjual unit ETF Emas melalui perusahaan sekuritas, seperti halnya transaksi ETF pada umumnya," ujar dia.
Dia menjelaskan kehadiran instrumen tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat Papua mengenai beragam pilihan investasi di pasar modal, khususnya investasi yang memiliki aset dasar emas.
"Ini menjadi salah satu pilihan investasi yang bisa dipertimbangkan masyarakat sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasinya," kata Kreasna.
Dia menambahkan BEI berharap masyarakat di Papua dapat semakin mengenal instrumen investasi di pasar modal dan tidak hanya menjadikan emas sebagai aset fisik, tetapi juga memahami alternatif investasi emas melalui bursa.
"Sehingga masyarakat yang berminat berinvestasi tetap perlu memahami karakteristik produk, risiko, biaya, serta menyesuaikannya dengan profil dan tujuan investasi sebelum melakukan transaksi," ujar dia.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026