Liputan6.com, Jakarta - Di tengah riuk-pikuk dunia bisnis modern yang identik dengan publisitas tinggi dan aktivitas media sosial, Radhakishan Damani justru memilih jalan sebaliknya. Tokoh bisnis dan investor kawakan asal India ini dikenal sangat menjaga privasi. Ia jarang memberi wawancara dan selalu menjauh dari sorotan publik. Meski bergerak dalam senyap, pria yang dijuluki 'Silent Billionaire' ini sukses membangun salah satu imperium ritel paling menguntungkan di India.
Perjalanan hidup Damani dibentuk oleh disiplin finansial, strategi jangka panjang, dan keberanian mengambil keputusan secara mandiri. Berdasarkan data Business Outreach, kekayaan bersih (net worth) Damani diperkirakan mencapai US$ 16,5 miliar atau sekitar Rp 289 triliun (kurs Rp 17.574 per US$) dan mengukuhkan posisinya di jajaran teratas orang terkaya India dan dunia.
Namun, sukses ini tidak diraih secara instan, melainkan hasil akumulasi pengalaman bertahun-tahun di pasar modal sebelum akhirnya merambah ke dunia ritel. Lahir pada 15 Maret 1954 di Bikaner, Rajasthan, Damani tumbuh di keluarga pialang saham (stockbroker).
Melansir 5paisa, Jumat (11/9/2026), ia sempat merintis bisnis perdagangan perlengkapan otomotif (auto ancillary). Namun, kepergian sang ayah yang wafat mendadak memaksa Damani menutup bisnisnya. Pada usia 32 tahun, ia resmi terjun ke lantai bursa Dalal Street untuk melanjutkan usaha bursa saham keluarga.
Di pasar modal, Damani menarik perhatian berkat penampilannya yang khas: kemeja dan celana serbaputih. Penampilan unik ini membuatnya dijuluki 'Mr. White and White'. Ketajamannya dalam membaca analisis fundamental teruji saat menghadapi dua skandal bursa terbesar di India, yakni skandal Harshad Mehta (1992) dan Ketan Parekh (2001).
Saat Mehta memanipulasi harga saham hingga melambung tinggi, Damani justru mengambil posisi short selling karena yakin harga tersebut terlalu semu. Ketika skandal terbongkar, Damani berhasil memetik keuntungan finansial yang sangat besar dari prinsip investasi nilai (value investing) yang ia pegang teguh.