Bengkayang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, mendorong penguatan layanan perbankan dan transaksi digital di kawasan perbatasan Jagoi Babang untuk mendukung pertumbuhan perdagangan dan aktivitas ekonomi lintas negara.
Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis di Bengkayang, Minggu mengatakan, kehadiran perbankan dan layanan transaksi digital, termasuk QRIS Antarnegara, diperlukan seiring meningkatnya aktivitas ekonomi di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
"Di Jagoi Babang sudah ada beberapa bank, BSI, BPD, Mandiri, mungkin BRI, dan bank-bank lainnya. Kita yakin bank akan dengan sendirinya datang untuk bisa membuka konter mereka di daerah perbatasan," kata Bupati Darwis.
Menurut dia, bertambahnya layanan perbankan akan memberikan dampak terhadap kelancaran transaksi masyarakat dan pelaku usaha di kawasan perbatasan.
Hal tersebut dinilai penting karena Jagoi Babang tidak hanya menjadi kawasan lintasan masyarakat, tetapi juga memiliki potensi perdagangan dan aktivitas ekonomi yang terus berkembang seiring penguatan konektivitas dengan Sarawak, Malaysia.
"Kita yakin bank akan dengan sendirinya datang untuk bisa membuka konter mereka di daerah perbatasan, dan ini tentunya menumbuhkan satu efek baik arus perdagangan di daerah perbatasan Jagoi Babang," ujarnya.
Bupati mengatakan, transaksi non-tunai juga menjadi bagian penting dalam perkembangan ekonomi perbatasan karena dapat memberikan alternatif pembayaran bagi masyarakat dan pelaku usaha yang melakukan transaksi lintas negara.
Ia menilai, penguatan sistem pembayaran digital perlu berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur perbatasan dan meningkatnya arus barang serta manusia antara Kalimantan Barat dan Sarawak.
Selain perdagangan, penguatan konektivitas perbatasan juga diproyeksikan memberikan dampak terhadap sektor pariwisata. Wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kuching, Sarawak, menurut dia, berpotensi melanjutkan perjalanan melalui Jagoi Babang menuju berbagai destinasi wisata di Kalimantan Barat dan wilayah Indonesia lainnya.
"Dengan sendirinya perbankan akan datang. Apalagi sekarang Jagoi Babang sudah ada beberapa bank," katanya.
Pemerintah Kabupaten Bengkayang berharap penguatan layanan keuangan dan transaksi digital dapat berjalan beriringan dengan pengembangan kawasan perbatasan sehingga aktivitas perdagangan dan ekonomi masyarakat semakin berkembang.
Sementara untuk penggunaan QRIS dari bank BRI Cabang Bengkayang hingga Mei 2026, jumlah pengguna aktif bulanan atau Monthly Active User (MAU) BRImo di wilayah kerja BRI KCP Bengkayang tercatat mencapai 2.958 pengguna. Sementara volume transaksi finansial melalui BRImo telah melampaui Rp565 juta dengan jumlah transaksi lebih dari 300 ribu transaksi.
"Capaian ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan digital yang menawarkan kemudahan, kecepatan, dan keamanan dalam bertransaksi," ujar Pimpinan BRI KCP Bengkayang Vendy Aries Martcahyo.
Selain penggunaan BRImo yang terus meningkat, pemanfaatan sistem pembayaran digital melalui QRIS juga semakin meluas di kalangan masyarakat dan pelaku usaha. Hingga Mei 2026, populasi merchant QRIS binaan BRI di wilayah kerja KCP Bengkayang tercatat mencapai 398 merchant.
"Angka tersebut menunjukkan masyarakat semakin terbiasa memanfaatkan layanan digital dalam berbagai aktivitas ekonomi sehari-hari, termasuk pelaku UMKM yang kini semakin banyak menerima pembayaran non tunai," ujarnya.
BRI, lanjut dia, terus mendorong pemanfaatan BRImo dan QRIS sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi digital serta memperluas akses layanan keuangan formal hingga ke wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses perbankan.
Di sisi lain, BRI juga terus memperkuat pemberdayaan UMKM melalui pendampingan usaha, pelatihan manajemen keuangan, pemasaran digital, pengembangan produk, hingga akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Pewarta: Narwati
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.