Minggu, 26 Juli 2026 - 16:48 WIB
Jakarta, VIVA – Perempuan kepala rumah tangga atau pencari nafkah utama di Indonesia terus meningkat, dengan lebih dari 16% rumah tangga kini bergantung pada perempuan sebagai tulang punggung keluarga.
Baca Juga
Data BPS tersebut menjadi sebuah realita yang menuntut akses pembiayaan inklusif untuk membantu perjuangan para perempuan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kisah nyata dari realita tersebut adalah Utari, perempuan berusia 58 tahun, warga Panjang Jiwo, Surabaya. Perjalanannya bukan tanpa rintangan. Pada 2019, suaminya mengalami kecelakaan yang menyebabkan cedera serius hingga tidak bisa bekerja lagi, tepat saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia.
Baca Juga
Dalam kondisi terjepit, ia memanfaatkan satu-satunya keahlian yang dimilikinya yaitu menjahit untuk bertahan hidup.
"Waktu itu saya bingung mau pinjam modal kemana. Kemudian saya mendengar informasi tentang PNM Mekaar. Ada tetangga yang bilang, 'Coba ke Mekaar saja'. Waktu itu saya sempat bertanya, Mekaar itu apa?," ungkap Utari.
Baca Juga
Berawal dari pembiayaan PNM Mekaar sebesar Rp2 juta pada tahun 2019 di mana Rp1 juta dipakai untuk membeli mesin jahit bekas dan sisanya untuk bahan baku, Utari kini mengelola usaha tas souvenir yang pesanannya datang dari berbagai daerah, bahkan mampu menyekolahkan kedua anaknya hingga lulus perguruan tinggi.
Kini, tujuh tahun berselang, pinjaman Utari telah tumbuh menjadi Rp8 juta, dan ia mampu membuka lapangan pekerjaan kepada empat penjahit di sekitarnya.
Kini, lima tulang punggung keluarga saling bahu membahu dalam proses produksi. Membuktikan bahwa pemberdayaan seorang perempuan mampu menggerakkan ekonomi di sekelilingnya.
Direktur Utama PNM, Kindaris, melihat langsung perjuangan Utari sebagai seorang ibu rumah tangga yang mampu bangkit dari titik nol dan kini menjadi pengusaha yang mandiri. Kindaris menegaskan bahwa inilah makna sejati pemberdayaan PNM.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Pertumbuhan bukan semata tentang angka, tetapi tentang semakin banyak perempuan prasejahtera yang memiliki kesempatan untuk bangkit, berusaha, dan memperbaiki kehidupan keluarganya. Utari adalah bukti nyata bahwa modal yang diberikan dengan cara yang tepat bukan hanya mengubah hidup satu orang, tetapi juga membuka peluang bagi orang-orang di sekitarnya," ujarnya.
Kisah Utari mencerminkan dampak nyata program PNM Mekaar yang hingga 2026 telah melayani lebih dari 23 juta nasabah di 36 provinsi, di mana 74% melaporkan peningkatan pendapatan dan 90% merasakan dampak kemandirian finansial setelah bergabung.
Halaman Selanjutnya
Utari merasakan bagaimana PNM Mekaar bukan sekadar penyedia pinjaman, melainkan sahabat pemberdayaan yang hadir dengan pelatihan pemasaran, penguatan produk, hingga literasi digital.