BGN mendorong delapan kebiasaan baik guru dan siswa saat konsumsi MBG

BGN mendorong delapan kebiasaan baik guru dan siswa saat konsumsi MBG

Selasa, 8 September 2026 21:44 WIB

Image Print

Guru membagikan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa di SDN Pejaten Barat 01, Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (4/8/2026). Kementerian Keuangan mencatat realisasi Belanja Pemerintah Pusat (BPP) mencapai Rp1.298,6 triliun atau tumbuh 29,4 persen secara tahunan, yang antara lain didorong pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), penyaluran bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, pembayaran tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13, manfaat pensiun, subsidi dan kompensasi bahan bakar minyak (BBM) dan listrik. ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/agr

Jakarta (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong guru dan siswa menerapkan delapan kebiasaan baik saat mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah, yang tidak hanya bertujuan menciptakan suasana makan yang tertib dan menyenangkan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat sejak dini.

Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN Mariman Darto dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta pada Selasa mengatakan, delapan kebiasaan baik yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan MBG yaitu menyampaikan salam dan rasa syukur, mencuci tangan sebelum makan, tertib saat mengambil makanan, makan bersama, berdoa sebelum dan sesudah makan, mendapatkan edukasi mengenai gizi dan keamanan pangan, serta menjaga kerapian dan kebersihan setelah makan.

"Pelaksanaan MBG di sekolah bukan hanya tentang menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak. Ada kebiasaan baik yang dapat dibangun melalui proses makan bersama, mulai dari menjaga kebersihan, ketertiban, mengenal gizi dan keamanan pangan, hingga menjaga lingkungan tetap bersih setelah makan," kata Mariman.

Ia menjelaskan, kebiasaan tersebut dapat dilakukan secara berurutan dan konsisten dalam setiap kegiatan makan bersama sebagai upaya pembentukan kebiasaan baik bagi siswa.

"Delapan kebiasaan ini diharapkan menjadi pembiasaan yang dilakukan secara konsisten. Dengan begitu, kegiatan makan bersama tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan perilaku positif dan pola hidup sehat pada anak," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati mengatakan, penerapan kebiasaan baik tersebut membutuhkan keterlibatan guru sebagai pendamping sekaligus edukator.

Menurutnya, guru memiliki kesempatan untuk memberikan contoh secara langsung dan mengingatkan siswa agar kebiasaan yang dibangun melalui pelaksanaan MBG dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Penerapan delapan kebiasaan baik tersebut tentunya harus ada peran penting dari guru sebagai edukator karena dapat memberikan contoh dan membangun kebiasaan baik secara langsung kepada siswa," kata Hida.

Hida menambahkan, guru juga dapat mendampingi murid selama proses makan berlangsung, termasuk memastikan murid mencuci tangan, mengonsumsi makanan dengan tertib, serta menjaga kerapian dan kebersihan setelah makan.

Dengan penerapan delapan kebiasaan baik tersebut, pelaksanaan MBG diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas bagi murid. Selain mendukung pemenuhan kebutuhan gizi, program ini juga menjadi sarana untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat, disiplin, peduli terhadap kebersihan, serta memiliki kesadaran terhadap pentingnya gizi dan keamanan pangan kepada siswa.

Pewarta : Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026