Manokwari, Papua Barat (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat perputaran anggaran penyelenggaraan program makan bergizi gratis (MBG) di Provinsi Papua Barat sekitar Rp36 miliar setiap bulan yang berpotensi menjadi pasar bagi komoditas pangan lokal.
Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN Harjito B di Manokwari, Papua Barat, Jumat, mengatakan pemerintah daerah harus meningkatkan produktivitas pangan lokal guna memenuhi kebutuhan seluruh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
"Artinya, semua kebutuhan MBG, diperoleh dari petani dan pengusaha lokal," ujarnya.
Menurut dia, setiap SPPG membutuhkan bahan baku dalam jumlah banyak untuk memproduksi makan bergizi sehingga membuka peluang pasar yang konsisten bagi komoditas pertanian, peternakan, perikanan, dan produk pangan lokal lainnya.
Penyerapan bahan pangan lokal oleh SPPG secara maksimal membutuhkan intervensi pemerintah daerah, terutama untuk meningkatkan kapasitas produksi pangan sesuai jenis, jumlah, kualitas, dan secara berkelanjutan.
"Kami berharap pemerintah daerah bisa merumuskan strategi bagaimana meningkatkan produktivitas komoditas pangan lokal, supaya SPPG tidak lagi mengambil dari luar Papua Barat," ujarnya.
Dia berharap rantai pasok bahan pangan untuk dapur SPPG semakin mengandalkan produksi lokal, sehingga perputaran anggaran MBG memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat di wilayah Papua Barat.
Pemerintah daerah juga perlu memetakan kebutuhan bahan baku seluruh SPPG dan kemudian diselaraskan dengan kemampuan produksi pangan lokal di setiap kabupaten, sehingga kebutuhan Program MBG diperoleh dari daerah setempat.
"Kalau bisa, daging ayam, telur, dan lainnya berasal dari petani lokal, bukan lagi harus didatangkan dari Makassar atau Surabaya. Supaya uang MBG itu tetap berputar di Papua Barat," ujar Harjito.
Saat ini, kata dia, jumlah dapur SPPG yang tersebar di tujuh kabupaten se-Papua Barat sebanyak 64 unit sudah termasuk 16 dapur daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang baru dilakukan aktivasi BGN.
Dapur SPPG 3T itu tersebar di enam kabupaten, yaitu Kabupaten Fakfak ada lima dapur, Manokwari Selatan empat dapur, Kaimana, Teluk Wondama, dan Manokwari masing-masing dua dapur, serta Pegunungan Arfak satu dapur.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BGN: Anggaran MBG Rp36 miliar per bulan berputar di Papua Barat
Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.