Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan gagasan pembuatan marketplace atau lokapasar bahan baku untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna menjamin keamanan bahan.
Kepala BGN Sudaryono di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Jawa Timur, Sabtu, mengatakan, melalui cara itu bahan-bahan yang disediakan untuk kebutuhan MBG bisa didapatkan dengan kualitas terbaik.
"Makanya salah satu caranya saya mau membangun marketplace supaya bisa dikontrol," kata Sudaryono.
Ia menyatakan, ketika bahan baku yang didapatkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih dalam kondisi segar, maka potensi terjadinya gangguan di lapangan akibat kualitas bahan bisa dicegah secara optimal.
Kemudian, dirinya menyatakan, bahwa lokapasar turut menjadi bagian memastikan terjaganya ketersediaan dan kualitas komoditas pangan yang digunakan oleh SPPG atau dapur MBG memproduksi menu program makan bergizi gratis sesuai standar serta layak konsumsi.
"Ada daerah di luar Jawa, beberapa kabupaten itu stok ayam frozen atau ayam dinginnya hampir tidak ada sehingga kemudian menyebabkan orang membelinya asal, kadang ayamnya sudah tidak fresh dan lain sebagainya," ucap dia.
Sudaryono menyampaikan, sebagai orang yang pernah bertugas di Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai Wakil Menteri Pertanian, maka konsentrasi mengampuh pelaksanaan MBG bukan sebatas memastikan apakah seluruh penerima manfaat telah terpenuhi kebutuhan gizinya, tetapi juga memberikan kejelasan terhadap perputaran perekonomian.
"Saya sudah ketemu dengan asosiasi pasar, masalahnya (harga) ayamnya tinggi namun telor murah. MBG ini emerging market, jadi dia mendistorsi pasar," katanya.
Kepala BGN Sudaryono, pada Kamis (17/9) telah mengemukakan gagasan pembuatan lokakarya saat rapat bersama dengan Komisi IX DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta.
Sudaryono menyatakan, terdapat tujuh komoditas prioritas yang direncanakan ditangani lewat lokapasar, yakni meliputi beras, minyak goreng, ayam, telur, daging, ikan, dan susu.
Pewarta: Ananto Pradana
Uploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.