BI Terus Angkat Budaya Nusantara Lewat Museum dan Desain Rupiah

Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Indonesia (BI) memastikan akan terus mengangkat kekayaan budaya Nusantara melalui Museum Bank Indonesia (MUBI) maupun desain uang rupiah.

Hal itu sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan budaya sekaligus memperkuat edukasi kepada masyarakat.

Direktur Departemen Komunikasi BI Sani Eka Duta mengatakan Museum Bank Indonesia tidak hanya berperan sebagai penjaga sejarah (guardian of the past), tetapi juga menjadi pusat edukasi bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nanti teman-teman bisa lihat di dalam mata uang kita selalu ada dua sisi. Di satu sisi ada pahlawan-pahlawan Indonesia, sementara di sisi belakang ada tari-tarian. Pada seri-seri sebelumnya juga ada keindahan alam Indonesia," ujar Sani dalam Kuliah Informal Kebanksentralan memperingati Hari Ulang Tahun ke-17 Museum Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (23/7).

Menurut Sani, unsur budaya yang ditampilkan pada uang rupiah merupakan bagian dari upaya BI mengingatkan masyarakat bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya dan seni yang harus terus dijaga.

"Indonesia adalah sebuah negara yang kaya akan budaya dan seni. Yang dilakukan museum ini tidak akan berhenti sampai di sini. Kami akan terus menggelar pameran-pameran untuk mengedukasi masyarakat bahwa Bank Indonesia juga hadir untuk melestarikan setiap budaya yang kita miliki sebagai sebuah bangsa," katanya.

Pada peringatan HUT ke-17 Museum Bank Indonesia, BI mengangkat pameran bertajuk Ingat Wayang, Ingat Indonesia.

Sani mengatakan tema tersebut dipilih untuk mengingatkan generasi muda bahwa perjalanan ekonomi bangsa tidak dapat dipisahkan dari perkembangan budaya.

Ia menjelaskan budaya wayang juga pernah menjadi bagian dari perjalanan sejarah uang di Indonesia, termasuk pada masa penerbitan uang oleh De Javasche Bank.

"MUBI mencoba mengingatkan kembali bahwa perjalanan budaya juga terekam dalam proses pencetakan uang dari masa ke masa," ujarnya.

Sani menambahkan pemilihan tema wayang juga didorong kondisi seni pertunjukan wayang orang yang saat ini menghadapi tantangan sehingga perlu mendapat dukungan berbagai pihak.

"Upaya ini dilakukan Bank Indonesia sebagai bagian dari effort untuk mengenalkan kembali kepada masyarakat bahwa kita punya budaya luar biasa yaitu wayang orang. Ini harus kita dukung supaya anak cucu kita tidak hanya melihat wayang orang dari gambar, tetapi juga mengenalnya secara langsung," katanya.

[Gambas:Youtube]

Sementara itu, Kepala Museum Bank Indonesia Rio Wardhanu mengatakan MUBI akan terus menghadirkan berbagai program edukasi dan pameran budaya sebagai bagian dari komitmen memperkuat literasi masyarakat mengenai sejarah ekonomi dan kebudayaan Indonesia.

Menurut Rio, museum secara rutin menggelar berbagai program seperti jelajah museum bersama edukator tersertifikasi, program edukasi interaktif, hingga pameran tematik yang menghubungkan sejarah kebanksentralan dengan budaya Nusantara.

"Peran penting inilah yang melandasi komitmen MUBI untuk terus berinovasi dalam berbagai lini dan menghadirkan pelayanan terbaik bagi seluruh pengunjung," ujar Rio.

Pameran Ingat Wayang, Ingat Indonesia telah dibuka sejak 3 Juni 2026 dan akan berlangsung hingga akhir Agustus mendatang sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-17 Museum Bank Indonesia.

(lau/sfr)

Add

as a preferred
source on Google