BMKG Jayapura beri edukasi tentang bencana gempa kepada masyarakat

BMKG Jayapura beri edukasi tentang bencana gempa kepada masyarakat

Rabu, 30 September 2026 12:11 WIB

Image Print

Suasana pembukaan sekolah lapang BMKG di Kabupaten Jayapura, Selasa (29/9/2026) (ANTARA/Ardiles Leloltery)

Sentani (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura, Papua memberikan edukasi tentang gempa bumi kepada masyarakat melalui kegiatan Sekolah Lapang Gampa Bumi dan tsunami serta Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) di Kabupaten Jayapura, Selasa.

Kepala BMKG Wilayah V Jayapura Yustus Rumakiek di Sentani, Selasa, mengatakan masyarakat perlu memahami bahwa gempa bumi pernah terjadi di Kabupaten Jayapura sehingga kesiapsiagaan perlu terus dibangun untuk menghadapi kemungkinan bencana di masa mendatang.

"Kami harus menjaga Kabupaten Jayapura agar aman dan selamat dalam menghadapi bencana alam. Masyarakat juga harus selalu siap dan tanggap terhadap bencana alam," katanya.

Menurut Yustus, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat mengenai potensi gempa bumi sehingga diharapkan seluruh peserta bisa menjadi perpanjangan tangan pihaknya untuk memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat.

Asisten II Setda Kabupaten Jayapura Abdul Rahman Basri mengatakan melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat setempat semakin tanggap dalam mengantisipasi kondisi cuaca maupun bencana.

"Kabupaten Jayapura memiliki potensi kerentanan terhadap gempa bumi. Ketangguhan hanya bisa dicapai jika masyarakat terbiasa memperhatikan peringatan BMKG," katanya.

Dia menambahkan perubahan cuaca dan iklim yang terjadi juga berdampak terhadap sektor pertanian, perikanan dan aktivitas lainnya.

"Sehingga melalui kegiatan ini kami berharap seluruh peserta memperoleh pemahaman tentang pola menanam dan aktivitas di laut dapat disesuaikan dengan perubahan iklim sehingga produktivitas tetap terjaga," ujarnya.

Kegiatan ini melibatkan sebanyak 130 peserta dari berbagai kalangan masyarakat serta TNI, Polri, SAR, dan instansi terkait lainnya.

Pewarta : Ardiles Leloltery
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026