BNPB kerahkan 15 ribu personel tangani karhutla di Kalbar

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan sebanyak 15.091 personel satuan tugas gabungan dan melakukan menyiramkan 520.000 liter air dari udara untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Barat.

Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, menegaskan bahwa pengerahan kekuatan besar tersebut merupakan tindak lanjut langsung atas arahan Wakil Prasiden Gibran Rakabuming Raka terkait pembasahan lahan dan perlindungan warga dari bahaya asap di Kalbar.

"Kami sudah punya posko OMC dan setiap hari berkoordinasi dengan BMKG. Sejalan dengan arahan Bapak Presiden dan Wakil Presiden, sekecil apa pun ada peluang pertumbuhan awan maka laksanakan OMC untuk membasahi lahan agar api tidak meluas," kata dia.

Dia menjelaskan bahwa intervensi masif dilakukan menyusul memburuknya Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kalimantan Barat hingga level Berbahaya yang telah memicu 1.337 kasus ISPA serta memaksa perpanjangan masa belajar dari rumah bagi siswa sekolah.

Di jalur darat, tim gabungan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat berhasil memadamkan 155,96 hektare lahan dari total 691,74 hektare area terbakar di wilayah Kubu Raya, Mempawah, Ketapang, dan Singkawang menggunakan mesin pompa darurat dan pembasahan gambut dalam.

Sementara untuk operasi pemadaman udara, sembilan helikopter water bombing dikerahkan dengan catatan 84 kali penyiraman di kawasan Ketapang, ditopang tiga unit pesawat OMC yang menyemai bahan garam (Natrium Klorida/NaCl) di tujuh kabupaten untuk memicu hujan buatan.,

Hal itu, kata Suharyanto menegaskan, adalah bentuk komitmen BNPB, yang terus memobilisasi logistik, melengkapi alat pengaman diri bagi petugas lapangan, serta memperketat sinergi lintas instansi guna memastikan keselamatan masyarakat di seluruh wilayah terdampak karhutla.

Sebelumnya, instruksi strategis tersebut disampaikan Wapres Gibran saat meninjau Posko Penanganan Darurat Karhutla di Guntung Damar, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis pagi, bersama Kepala BNPB Suharyanto.

"Kami meminta Bapak Kepala BNPB agar memberikan atensi penuh penanganan darurat karhutla, khususnya kelompok rentan yang terdampak asap karhutla," kata Wapres.

Wapres menekankan perlunya skema perlindungan khusus bagi anak-anak dan kelompok rentan dari paparan kabut asap, serta meminta BNPB menjadikan kawasan di sekitar lingkungan sekolah sebagai prioritas utama pemadaman darat dan udara.

Mengenai rencana pembukaan kembali Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di daerah terdampak, Wapres mengimbau pihak sekolah dan pemerintah daerah untuk berkoordinasi secara matang dengan keluarga murid guna memastikan aspek keselamatan kesehatan.

Selain itu, Wapres meminta operasi modifikasi cuaca dipacu lebih agresif dengan menyemai bahan rekayasa cuaca secara langsung setiap kali terdeteksi potensi awan hujan tanpa menunda, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026