BPBD: Akses jalan Desa Lemowalia-Salubiro terputus akibat longsor

BPBD: Akses jalan Desa Lemowalia-Salubiro terputus akibat longsor

Minggu, 26 Juli 2026 16:31 WIB

Image Print

BPBD Sulteng bersama TRC BPBD Morowali melakukan asesmen di lokasi tanah longsor di Morowali. ANTARA/HO-BPBD Sulteng

Palu (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melaporkan akses jalan yang menghubungkan Desa Lemowalia dan Desa Salubiro di Kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morowali Utara, terputus akibat tanah longsor yang menyebabkan kedua desa terisolasi.

“Hujan deras mengakibatkan Sungai Swuya meluap dan mengalir deras mengikis tanah tebing, sehingga tebing setinggi kurang lebih tiga meter kehilangan penopang dan runtuh menjadi longsoran. Akibatnya akses jalan kedua Desa Lemowalia dan Salubiro terputus,” kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah Asbudianto dalam laporannya di Palu, Minggu.

Ia mengatakan longsor terjadi pada Jumat (24/7) sekitar pukul 02.00 WITA setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Menurut dia, hingga saat ini kedua desa masih terisolir dan kendaraan roda dua belum dapat melintas.

“Kedua desa masih terisolasi dan kendaraan roda dua belum dapat melintas di lokasi kejadian,” ujarnya.

Ia menjelaskan BPBD Provinsi Sulawesi Tengah saat ini sedang melakukan asesmen di lokasi serta berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Morowali Utara untuk penanganan awal.

Akibat peristiwa ini, sebanyak 500 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.700 jiwa di Desa Salubiro serta 127 KK atau 404 jiwa di Desa Lemowalia terdampak karena akses transportasi menuju kedua desa terputus. Ia menyebutkan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi.

Menurut dia, kebutuhan mendesak saat ini berupa pembangunan jembatan darurat dan penyediaan material timbunan untuk membuka kembali akses transportasi menuju kedua desa.

Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026